Kasus Aristoteles Masoka Dibuka, Polda Diminta Lakukan Investigasi

share on:
Foto Aristotels Masoka di dinding rumahnya - Jubi/Mawel Benny
Foto Aristotels Masoka di dinding rumahnya – Jubi/Mawel Benny

Jayapura, Jubi – Kepolisian Daerah Papua diminta melakukan investigasi atas kasus hilangnya Aristoteles Masoka, sopir Almarhum Theys Eluay yang dibunuh oleh Kopassus pada 10 November 2001.

“Kasus pembunuhan Theys Eluay memang sudah selesai karena pelakunya sudah diproses hukum. Tapi kasus hilangnya Aristoteles ini masih jadi pertanyaan hingga Polda (Papua) diminta melakukan investigasi,” kata Deputi I Kementerian Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam), Mayjend Yoehi Swastono di Jakarta pekan lalu.

Baca Kami Tak Pernah Lupa Pembunuhan 13 Tahun Lalu

Ia menjelaskan perintah untuk melakukan investigasi itu diputuskan setelah dilakukan diskusi terbatas pendokumentasian HAM di Kantor Kementerian Polhukam, Jakarta pada bulan April lalu.

Terpisah, Komisioner Komisi Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, Sandra Moniaga membenarkan keputusan untuk menginvestigasi kasus hilangnya Aristoteles Masoka. Menurutnya, Komnas HAM, Polri dan Menkopolhukam telah mendata 12 kasus pelanggaran HAM Papua yang harus diselesaikan.

Baca Kasus Theys H. Eluay dan Aristotels Masoka Dapat Dibuka Kembali dalam Yuridiksi Pengadilan HAM

“Kasus Mapenduma dan Biak Berdarah diselesaikan secara politik melalui persetujuan DPR. Kasus Wamena dan Wasior tetap melalui mekanisem UU 26 Tahun 2000, namun harus bedah kasus ulang. Kasus Paniai penyelidikannya dilanjutkan. Sedangkan kasus lainnya ada yang sudah dan akan diproses hukum. Dan kasus Aristoteles Masoka, agak unik. Kapolda dan Pangdam diminta segera melakukan investigasi kasus ini,” kata Sandra Moniaga, Minggu (15/5/2016).

Yonas Masoka, orang tua Aristoteles mengatakan anaknya hilang pada usia 21 tahun. Waktu itu Ia menjadi mahasiswa semester dua di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura, Jurusan Teknik Bangunan. Karena itu, ia memilih kerja mengurangi beban orang tua dengan menjadi sopir pribadi almarhum Theys.

“Mama, saya bersama bapak (Theys Eluay Almarhum) sedang diculik,” kata Yonas Masoka mengingat kata-kata terakhir anak sulungnya, Aristoteles Masoka sebelum hilang hingga saat ini.

Baca Yonas Masoka : Kami Masih Cari Jejak Aristoteles

Lanjutnya, kata-kata terakhir itu disampaikan  melalui telepon genggam kepada isteri almarhum Theys Eluay, Jeanike Ohee.

”Ia hanya sopir. Tidak ada urusannya dengan politik Pak Theys,” ujar Yonas Masoka. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kasus Aristoteles Masoka Dibuka, Polda Diminta Lakukan Investigasi