Presiden Venezuela Nicolás Maduro Deklarasi Keadaan Darurat

share on:
Rakyat mengantri membeli makanan di Ibu kota Venezuela, Caracas.  Foto: Carlos Garcia Rawlins/Reuters
Rakyat mengantri membeli makanan di Ibu kota Venezuela, Caracas. Foto: Carlos Garcia Rawlins/Reuters

Jayapura, Jubi – Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, mendeklarasikan keadaan darurat, beberapa jam setelah pejabat intelejen AS memperingatkan Amerika Selatan sedang berada di ujung disintegrasi.

Kekuasaan yang dimandatkan pada deklarasi Jumat (13/5) lalu membuat Maduro dapat mengambil langkah-langkah “stabilisasi negeri, dan mengonfrontasi semua ancaman nasional dan internasional terhadap tanah air saat ini,” ujarnya, sambil tidak merinci langkah apa yang akan dilakukan.

Venezuela sedang menghadapi inflasi tinggi, ekonomi merosot dan kelangkaan pangan yang kronis. Pemadaman listrik hingga membuat para pegawai negeri mengurangi jam kerja dan presiden sendiri meminta perempuan berhenti menata rambutnya dengan hair-dryer guna menghemat listrik.

Bulan Desember lalu pihak oposisi memenangkan pemilu parlemen dengan perbedaan tipis, dan sedang mendorong referendum pemecatan Maduro dari jabatannya. Referendum dimungkinkan dalam konstitusi Venezuela.

Presiden seharusnya mengakhiri masa jabatan akhir 2019, namun menurut dua intelejen AS kepada wartawan di Washington tampaknya Maduro tidak akan bertahan, sekalipun ia lolos dari pemungutan suara pemecatan.

“Anda bisa dengar retakan es. Anda tahu krisis akan tiba,” ujar salah seorang pejabat AS. “Tekanan kami atas persoalan ini tidak akan atasi masalah.”

Pemerintah AS hati-hati untuk tidak kembali ke situasi tahun 1989 dimana kejatuhan harga minyak menyebabkan kerusuhan yang mengakibatkan 300 orang tewas, demikian menurut mereka.

Maduro membantah pernyataan pers tersebut dan mengatakannya sebagai bagian konspirasi melawan negerinya. “Washington sedang mengoperasikan langkah-langkah yang diminta oleh sayap kanan fasis Venezuela,” ujarnya dalam siaran TV.

Intervensi AS adalah persoalan sensitif di Venezuela karena Washington memiliki sejarah intervensi terbuka maupun tertutup di seluruh Amerika Latin, dari Chili hingga Nikaragua. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Presiden Venezuela Nicolás Maduro Deklarasi Keadaan Darurat