Bidan di Jayawijaya Akhiri Mogok

share on:
Hasil kesepakatan bersama Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Jayawijaya untuk berhenti mogok pelayanan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jayawijaya – Jubi/Islami
Hasil kesepakatan bersama Ikatan Bidan Indonesia Kabupaten Jayawijaya untuk berhenti mogok pelayanan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Jayawijaya – Jubi/Islami

Wamena, Jubi – Para bidan yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jayawijaya sepakat untuk mengakhiri mogok setelah kasus percobaan perkosaan di Distrik Libarek beberapa waktu lalu.

Kesepakatan itu dilakukan setelah pertemuan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Jayawijaya, di Wamena, Selasa (17/5/2016).

Dalam pertemuan itu, disepakati penyelesaian aspirasi IBI Jayawijaya, 13 Mei 2016 atas pencobaan pemerkosaan yang dialami bidan Jesica Umepahalo saat bertugas.

“TNI-Polri siap memberikan jaminan keselamatan kepada bidan dan enaga kesehatan lainnya, kepala distrik dan kampung siap menjaga keamanan dan membantu tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat,” kata Sekda Jayawijaya, Yohanes Walilo.

Selain itu, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala suku, pemuda dan perempuan siap mengatasi dan menjaga keamanan bidan. Polisi pun siap mengantar jemput bila dibutuhkan. Polisi juga siap mengejar pelaku pencobaan pemerkosaan dan memprosesnya sesuai undang-undang.

Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol Inf J.A. Krismadi mengatakan pihaknya siap membangun kerja sama dalam rangka memulihkan situasi keamanan. Petugas kesehatan pun siap berkoordinasi dengan semua pihak saat melaksanakan tugas.

“Kami siap memberikan pengamanan kepada setiap tenaga kesehatan yang hendak bertugas. Namun ketika bertugas kami harapkan koordinasi dengan TNI untuk sinergi dalam menjalankan tugas,” kata Letkol Krismadi.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba berjanji akan mengungkap pelaku percobaan pemerkosaan terhadap bidan Jesica. Pihaknya juga akan melakukan antar jemput saat bidan bertugas.

Ketua IBI Jayawijaya, Oliphina Rumbekwan setelah menandatangani kesepakatan tersebut menjelaskan, apa yang diinginkan para bidan dan tenaga medis telah terlaksana dengan baik dan dapat dijawab dengan baik pula oleh pemangku kepentingan. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Bidan di Jayawijaya Akhiri Mogok