Dinkes Papua Diminta Menjelaskan Layanan RSUD Wamena

share on:
Ilustrasi Rumah Sakit Umum Daerah Wamena - Jubi/Doc
Ilustrasi Rumah Sakit Umum Daerah Wamena – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Koordinator Solidaritas Pelanggaran Hak Asasi Manusia (SKP HAM) Papua, Peneas Lokbere mendesak kepala dinas kesehatan provinsi Papua menjelaskan prosedur pelayanan kesehatan di di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wamena.

“Ini Soal nyawa manusia jadi dinas terkait menjelaskan secara jujur, mengapa pasien yang sakit ringan tetapi bisa pulang jadi mayat,”ujarnya menanggapi Laporan kontributor Koran Jubi di Wamena, Wisay Hisage pada 17 Mei 2016.

Baca Layanan Kesehatan Parah, Masyarakat Wamena Curiga Ada Skenario Menghabisi OAP

Laporan Hisage itu boleh dibilang kecurigaan namun itu pengalaman dari korban yang perlu di respon. Pemerintah daerah yang langsung berhadapan dengan masyarakat Jayawijaya, yang menjadi korban dari sistem pelayanan kesehatan yang buruk.

Lokbere mengatakan Dinkes harus memberikan penjelasan yang jujur dan mendetail, termasuk soal persediaan obat-obatan, tenaga perawat dan dokter dan sistem pelayanannya.

“Kami, masyarakat butuh kejujuran dari pemerintah. Pemerintah harus mempertanggungjawabkan pelayanan kepada masyarakat supaya masyarakat tahu,” tegasnya.

Kontributor Jubi di Wamena, Hisage, pada 16 Mei 2016, dalam tulisan itu, melaporkan testimoni sejumlah keluarga pasien RSUD Wamena.

Seorang kepala suku berinisial YW memberikan pengumuman ag ar masyarakatnya tidak serta-merta percaya terhadap layanan kesehatan yang diberikan para medis di kabupaten Jayawijaya karena tidak ada keselamatan buat pasien.

“Bapak ibu kalau sakit jangan langsung ke rumah sakit, karena rumah sakit itu mereka mau kasih habis kita orang Papua. Ada penyakit yang gampang sembuh tapi kita tidak pernah sembuh, selalu pulang mayat dari rumah sakit di Wamena ini” kata YW saat mengikuti upacara duka tersebut. (*)

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dinkes Papua Diminta Menjelaskan Layanan RSUD Wamena