Kuba dan AS Perdalam Pembicaraan Peta Jalan Kerjasama

share on:
Presiden Barack Obama berpidato dihadapan rakyat Kuba di Gran Teatro de la Habana Alicia Alonso di Havana, 22 Maret 2016. REUTERS/CARLOS BARRIA
Tangan Presiden Barack Obama dan Presiden Raul Castro dalam konferensi pers saat kunjungan Obama ke Havana, Kuba 21 Maret 2016. | Photo: Reuters

Jayapura, Jubi – Kuba dan Amerika Serikat berencana membangun kesepakatan baru terkait kerjasama di bidang penegakan hukum, kesehatan dan pertanian di bulan-bulan mendatang, demikian dikatakan pejabat Senior Kuba, Senin, (16/5/2016), sebagai bagian dari normalisasi hubungan pasca perang dingin.

Kuba dan tetangga sebelah utaranya itu menjalin kembali hubungan diplomatik setahun yang lalu, setelah puluhan tahun berada dalam ketegangan.

Sejak itu kesepakatan terkait lingkungan, layanan pos dan penerbangan langsung telah ditandatangani.

Komisi bilateral bertemu Senin lalu di Havana, menetapkan peta jalan negosiasi sepanjang tahun ini, yang meliputi lebih banyak kunjungan pejabat-pejabat tinggi kenegaraan, kata Josefina Vidal, kepala delegasi Kuba.

Di bulan Maret, Barack Obama menjadi Presiden pertama AS yang berkunjung ke Kuba setelah 88 tahun.

“Agendanya cukup ambisius,” ujar Vidal dalam jumpa pers, dan menambahkan bahwa pembicaraan terkait hak cipta intelektual juga termasuk dalam daftar.

Kedua belah pihak merencanakan dialog terkait kasus-kasus hak azasi manusia, demikian pernyataan kedutaan AS di Kuba.

Keduanya telah menetapkan tuntutan masing-masing sejak penghujung tahun lalu.

AS menghendaki kompensasi $10 milyar atas properti yang dinasionalisasi Kuba, sementara Kuba menuntut setidaknya $121 milyar reparasi atas embargo dagang AS dan tindakan-tindakan lainnya yang dinyatakan sebagai agresi.

“AS menanti pertemuan lanjutan di waktu yang tidak lama lagi,” kata kedutaan. “Besok (kami) akan mendiskusikan langkah-langkah spesifik terkait keamanan bilateral selama dialog penegakan hukum ini.”

Vidal, yang juga pejabat Kementerian Luar Negeri Kuba untuk AS, mengatakan bahwa negerinya berharap siapapun yang akan menjadi presiden AS mendatang akan terus memperdalam pembicaraan ini.

AS akan menyelenggarakan pemilunya pada 8 November mendatang.

“Anda bisa lihat dibanyak jajak pendapat, mayoritas populasi AS dan komunitas Amerika Kuba setuju normalisasi hubungan ini,” ujarnya.

“Saya berharap opini mereka dapat menjadi patokan.” (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kuba dan AS Perdalam Pembicaraan Peta Jalan Kerjasama