Oknum TNI Pembunuh Ibu Hamil di Bintuni Disidangkan

share on:
Ilustrasi logo pengadilan militer - Jubi/IST
Ilustrasi logo pengadilan militer – Jubi/IST

Jayapura, Jubi – Pengadilan Militer III-19 Jayapura mulai menyidangkan kasus pembunuhan satu keluarga di Teluk Bintuni, Papua Barat yang dilakukan oleh terdakwa Prada Samuel Jitmau anggota Yonif 172/NYS Sorong yang bertugas di Kabupaten Bintuni.

Sidang perdana yang diketuai Majelis Hakim Letnan Kolonel James Vandersloot ini dalam dakwaannya dibacakan oleh Oditur Militer Kolonel Laut Sahrizal Lubis yang menyebutkan kronologis kejadian pembunuhan yang dilakukan pria berusia 28 tahun tersebut.

“Terdakwa telah membunuh korban Ferly Dian Sari, 26 tahun beserta dua anaknya Kalistas Putri Natali, 7 tahun, dan Andika Wirata, 3 tahun serta janin berusia 4 bulan yang dikandungnya,” katanya seperti ditulis Antara, Selasa (17/8/2016).

Kolonel Sahrizal menuturkan pada Senin 24 agustus 2015 terdakwa bersama keempat rekannya yang merupakan warga sipil Binar Yunisa Dewa, Mesakh Masumbauw, Hudson Ucok, dan Pailous Makahuse sedang menenggak minuman beralkohol di dekat rumah korban, Kampung Woisiri KM 77, Kota Bintuni.

“Sekitar pukul 02.00 WIT dini hari, mereka bubar. Terdakwa kemudian pergi naik ojek dan menuju rumah korban, dimana korban bersama dua anaknya ditemukan tewas dua hari kemudian oleh salah seorang tetangganya,” ujarnya.

Dia menjelaskan korban mengalami luka tusukan di sekujur tubuhnya, terdakwa ditahan sejak 2 Oktober 2015 hingga kini, atas perbuatannya terdakwa dikenakan pasal berlapis antara lain pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, pasal 351 tentang penganiayaan dan pasal 365 tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Setelah pembacaan dakwaan, sidang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi yang dihadiri suami korban Yulius Hermanto didampingi oleh kuasa hukumnya Yulianto bersama sejumlah pengacara lainnya.

Yulius mengatakan pihaknya berharap pelaku diberikan hukuman seberat-beratnya sesuai dengan perbuatan yang dilakukan.

Sebelumnya, Panglima Kodam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Hinsa Siburian mengatakan terkait kasus ini, Prada SJ terancam dipecat sebagai anggota TNI, apalagi hukum militer lebih berat dari pidana umum, bahkan bisa dikenakan pasal berlapis. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Oknum TNI Pembunuh Ibu Hamil di Bintuni Disidangkan