Pemkab Jayawijaya Diminta Jamin Keamanan Tenaga Medis

share on:
Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen - Jubi/Alex
Sekretaris Daerah Papua, Hery Dosinaen – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya diminta untuk benar-benar memberi jaminan keamanan bagi para bidan dan tenaga medis yang ada di daerah itu. Pasalnya mereka rentan menjadi korban pelecehan seksual dan pemerkosaan.

Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen kepada wartawan, di Jayapura, Selasa (17/5/2016) mengatakan kasus percobaan pemerkosaan terhadap tenaga medis harus menjadi pembelajaran, karena hal ini menjadi tanggung jawab Pemkab Jayawijaya dan instansi terkait dalam menangani masalah ini.

“Ini tanggung jawab pemerintah setempat untuk melihat masalah yang terjadi. Bupati bersama jajarannya harus berkoordinasi untuk dapat menangani masalah ini,” katanya.

Untuk menindaklanjuti kejadian tersebut, ujar Hery, Pemprov Papua telah berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Daerah Papua untuk menangani masalah ini secara komprehensif.

“Kemarin malam saya sudah melakukan koordinasi dengan pak Kapolda untuk melihat kasusnya secara komprehensif dan instansi terkait yakni dinas kesehatan untuk proaktif melihat keadaan disana,” ucapnya.

Menurut Hery, kejadian percobaan pemerkosaan disebabkan oleh minuman keras. Untuk itu, dengan adanya kebijakan Gubernur Papua tentang pelarangan, peredaran, penjualan dan produksi miras harus harus benar-benar ditindaklanjuti oleh kabupaten.

“Kami akan bentuk tim gabungan untuk turun ke kabupaten/kota. Selain itu, kami juga akan melakukan revisi total terhadap Perda Miras, yakni pasal 9, dengan harapan miras betul betul dibasmi,” kata Hery.

Sebelumnya, Pastor penerima Yap Thiam Yien Award 2009, Pater John Djonga menilai kondisi yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya, Papua belakangan ini sebagai situasi darurat kemanusiaan. Hal itu dikatakannya menanggapi demo yang dilakukan para bidan dan tenaga medis lainnya di Wamena, Jumat (13/5/2016).

Aksi itu dilakukan untuk mendesak Pemerintah dan Polres Jayawijaya agar segera menjamin keamanan bagi tenaga medis saat bekerja sebab mereka rentan menjadi korban pelecehan seksual dan pemerkosaan.

Ia menyebutkan setidaknya 37 kasus pelecehan seksual dan kekerasan terhadap tenaga medis yang bekerja di kampung-kampung. Polisi, masyarakat adat dan gereja bahkan memilih diam terhadap persoalan ini.

“Saat ini situasi di Jayawijaya sudah darurat kemanusiaan. Para pekerja yang memperhatikan soal-soal kemanusiaan, seperti perawat, bidan atau guru dan lainnya merasa terancam hidupnya,” katanya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemkab Jayawijaya Diminta Jamin Keamanan Tenaga Medis