Tak Puas Pelayanan, Masyarakat Jayapura Demo PLN

share on:
Para pendemo yang menyampaikan aspirasinya-Jubi/istimewa
Para pendemo yang menyampaikan aspirasinya-Jubi/istimewa

Jayapura, Jubi – Puluhan masyarakat kota Jayapura yang mengatasnamakan diri MP3 (Masyarakat Peduli Pelayanan Publik) mendatangi kantor wilayah PLN Papua dan Papua Barat, Kamis (19/05/2016). Mereka menuntut pelayanan PLN atas kondisi kelistrikan di Kota Jayapura yang sering padam.

Pemadaman dikeluhkan karena tidak ada pemberitahuan ke masyarakat terlebih dahulu. Mereka meminta penyelesaian masalah listrik ini. MP3 juga menyayangkan dua rumah warga terbakar yang mengakibatkan seorang anak kecil bernama Gabby Sapari berusia 6 tahun meninggal dunia karena pemadaman listrik.

Pada intinya mereka meminta agar hak warga Papua  menikmati terangnya listrik dipenuhi.

“ Biar kami hitam kulit, tapi kami ingin kelihatan terang,” kata Koordinator Lapangan, Stenly Kaiseri dalam orasinya.

Selain itu massa menuntut transparansi kinerja PLN terkait banyaknya pelanggan menunggak yang masih di biarkan.

Salah satu warga, Mama Irene Kamusi mengaku kecewa dengan kinerja PLN, karena karena pemadam yang dilakukan mengakibatkan salah satu kerabatnya meninggal dunia, dia menuntut PLN untuk memperbaiki kinerjanya.

“Ini banyak alat elektronik yang rusak, kulkas belum satu tahun sudah rusak. Ini bagaimana, padahal kitong bayar listrik setiap bulan,” ucap mama Irene Kamusi.

General Manager PT PLN Wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B), Yohanes Sukrislismono mengemukakan bahwa PLN saat ini mengalami defisit daya sehingga terjadi pemadaman listrik.

“Dengan beban puncak 74,5 Mega Watt(MW), padahal pembangkit kita seperti PLTD Yarmokh dengan kepunyaan Pln 1,7 MW sewa 3MW, PLTD Waena pln 12 MW sewa 37,5 MW; PLTD Arso pln 0 sewa 6,3 MW; PLTA ORIA 6 MW dengan total 67 MW. Jadi kita masih defisit 7,5 MW,” ujarnya kepada wartawan

Solusi yang yang akan dilakukan oleh PLN untuk jangka pendek, khususnya kurang lebih 6 bulan kedepan, adalah merevitalisasi mesin-mesin tua untuk meningkatkan daya.

“Ditargetkan revitalisasi ini akan selesai pada tanggal 26 Mei 2016 mendatang,” tambah Sukrislismono.

Dengan tambahan mesin tua ini, akan mengurangi defisit daya 4,5 MW dalam beban puncak.

Iapun meminta dan mengimbau masyarakat agar ikut melakukan penghematan dengan mematikan 2-3 lampu pada pukul 18.00 – 21.00 WIT.

“Ini akan mengurangi atau melakukan penghematan daya listrik sebesar Satu MW pada beban puncak,” tegasnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Tak Puas Pelayanan, Masyarakat Jayapura Demo PLN