Gubernur Lukas: Potensi Lokal Akan Didukung Pemerintah

share on:
Lahan pertanian yang ada di Kota Jayapura. Pemerintah Provinsi Papua berharap potensi lokal tersebut terus ditingkatkan – Jubi/Roy Ratumakin.
Lahan pertanian yang ada di Kota Jayapura. Pemerintah Provinsi Papua berharap potensi lokal tersebut terus ditingkatkan – Jubi/Roy Ratumakin.

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua, Lukas Enembe mengatakan bahwa pihaknya akan mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal dalam skala usaha rumah tangga untuk peningkatan kesejahteraan.

“Masyarakat harus didorong untuk mengembangkan usaha ekonomi skala kecil dengan mulai memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan skala produksi menjadi lebih besar,” katanya.

Dikatakan, melalui dana Otonomi Khusus (Otsus) pihaknya akan terus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita sudah mengalokasikan dana Otsus bidang ekonomi, lewat program Prospek maupun program Gerbangmas untuk mendukung dan menggerakan usaha-usaha ditingkat masyarakat. Ini peluang yang harus dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Bidang ekonomi memang salah satu bagian yang menjadi prioritas dalam alokasi dana Otsus disamping kesehatan,  pendidikan dan infrastruktur. Gubernur Lukas menambahkan, pihaknya telah mengarahkan kelompok masyarakat untuk sedapat mungkin memanfaatkan potensi ekonomi lokal dalam mengembangkan usahanya.

Gubernur Lukas mencontohkan, Kabupaten Puncak Jaya misalnya, buah merah tersedia banyak dan telah dibudidayakan dalam skala besar.

“Tugas pemerintah daerah adalah memfasilitasi produksi buah minyak merah tersebut dengan menyediakan alat atau mesin evaporator. Dengan menggunakan evaporator produksi minyak merah saat ini sudah dapat mencapai 4.500 liter per tahun,” katanya.

Selain buah merah ada juga pengolahan kopi arabika atau kopi organik yang berkualitas tinggi. Pengolahan kopi tersebut sekarang sudah mencapai tingkat produksi sebanyak 5.000 kg setiap tahunnya.

“Produksi sebanyak itu dapat dicapai dengan menggunakan mesin pengolah kopi yang difasilitasi oleh pemerintah Kabupaten Puncak Jaya,” ujarnya.

Selain di Puncak Jaya, budidaya Kopi juga dikembangkan di beberapa daerah seperti di Kabupaten Dogiyai, Jayawijaya, Tolikara, Deiyai dan juga Paniai yang ditetapkan sebagai sentra produksi kopi untuk kawasan adat Meepago.

“Kopi disini dikenal karena kualitasnya. Kita perlu mendorong agar produksinya meningkat dengan menggunakan teknologi pengolahan kopi yang lebih maju. Kemasannya juga kita buat semakin menarik sehingga konsumen semakin yakin kualitas kopi dari Papua,” katanya.

Pihaknya juga berharap masyarakat Papua juga bisa mencontoh apa yang dilakukan masyarakat di Intan Jaya yang bekerjasama dengan pihak PT Freeport terkait penyediaan sayur-sayuran untuk perusahaan tambang tersebut.

“Peran pemerintah daerah sangat penting. Kita lihat di Intan Jaya,  pemerintah setempat berhasil bekerjasama dengan Freeport untuk memasok sayur mayur bagi tenaga kerja di perusahaan tersebut sebanyak enam ton perminggu. Kini yang terpenting, adalah kerjasama antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah dan pihak swasta untuk mensinergikan elemen-elemen produksi dengan pasar,” ujarnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Gubernur Lukas: Potensi Lokal Akan Didukung Pemerintah