Implementasi dan Nilai Ekonomi Kakao di Kabupaten Jayapura Mulai Turun

share on:
Peneliti pertanian dari Jepang yang didatangkan untuk meneliti kerusakan pada tanaman coklat di Kampung Kwansu beberapa waktu lalu - Jubi/Engelbert Wally
Peneliti pertanian dari Jepang yang didatangkan untuk meneliti kerusakan pada tanaman coklat di Kampung Kwansu beberapa waktu lalu – Jubi/Engelbert Wally

Sentani, Jubi – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Jayapura menilai minat masyarakat terhadap peningkatan dan pengembangan Kakao di Kabupaten Jayapura mulai menurun. Ini berbeda dibandingkan 10 tahun lalu yang menjadikan Kabupaten Jayapura unggul dalam peningkatan dan pengembangannya.

Hal ini tentunya berdampak kepada pendapatan ekonomi masyarakat itu sendiri.

“Sepuluh tahun yang lalu minat masyarakat untuk mengembangkan kakao di daerah ini sangat tinggi, hal ini terbukti dengan ratusan ribu hektar lahan tidur di wilayah pembangunan Tiga dan Empat dimanfaatkan untuk mengolah kakao menjadi sumber pendapatan tetap,” jelas Henky Yoku Ketua Kadin Kabupaten Jayapura ketika ditemui di Sentani, Jumat (20/5/2016).

Menurutnya, komoditas kakao sudah banyak membantu pendapatan masyarakat di zaman pemimpin sebelumnya. Ini tinggal dilanjutkan pemerintah daerah saat ini.

“Secara umum semua pengembangan varietas dibidang pertanian memang sangat penting, tetapi yang sudah menghasilkan seperti kakao ini jangan sampai diabaikan. Hal ini juga akan membingungkan masyarakat yang terlibat secara langsung dalam pengelolaannya,” ujar Hengky.

Dia juga mempertanyakan hasil studi banding Pemerintah Daerah dengan mengirim sejumlah petani untuk belajar di luar daerah beberapa waktu lalu.

“Daripada pergi studi banding, lebih baik pemerintah siapkan lahan kosong untuk mendatangkan trasmigrasi ketempat ini. Misalnya mereka yang ada di Sulawesi Selatan datang kesini dengan menggarap lahan kosong tersebut dengan sistem bagi hasil,” ungkapnya.

Di kesempatan lain, Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Holtikultura Kabupaten Jayapura Adolof Yoku mengatakan semua varietas di bidang pertanian tetap dikembangkan di Kabupaten Jayapura.

“Untuk peningkatan ekonomi masyarakat, tidak hanya dari satu sisi saja. Ada banyak lahan tidur disini yang dapat dimanfaatkan dengan sejumlah varietas pertanian untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Tinggal bagaimana keseriusan dari petani dan penyediaan fasilitasnya. Tenaga PPL sudah kami bagi di setiap bidang untuk mendampingi para petani kita,” katanya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Implementasi dan Nilai Ekonomi Kakao di Kabupaten Jayapura Mulai Turun