DPRP: Jangan Asal Beli Bus Sekolah, Tapi Harus Fungsikan

share on:
Sekretaris Komisi V DPRP, Nason Utty - IST
Sekretaris Komisi V DPRP, Nason Utty – IST

Jayapura, Jubi – Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) melalui Komisi V yang membidangi pendidikan dan kesehatan, Nason Utty menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten/Kota di Provinsi Papua jangan asal beli kendaraan seperti bus sekolah, tapi tidak dioperasikan untuk pelayanan antar jemput anak-anak sekolah.

Hal itu dikatakan Nason Utty terkait sejumlah kendaraan Bus yang dibeli dengan anggaran Otonomi Khusus maupun Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) maupun Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dianggap merugikan uang negara milik rakyat.

“Saya melihat di wilayah adat Meepago seperti itu. Di Deiyai, ada dua bus pendidikan, tapi sampai sekarang belum dioperasikan oleh dinas terkait untuk layani anak-anak sekolah,” kata sekretaris Komisi V DPRP, Nason Utty kepada Jubi di Jayapura baru-baru ini.

Menurut Utty, hal itu tidak boleh lagi terjadi dan kendaraan yang dibeli dengan mahal itu harus dioperasikan segera.

“Kalau sampai belum dioperasikan, mengapa? Ada masalah apa? Ini tolong jelaskan,” tuturnya bertanya.

“Saya harap, para bupati juga harus mengerti baik dalam pengadaan kendaraan dinas. Ini bukan hanya untuk Meepago tapi dari semua daerah. Mending motor saja, supaya kalau ketemu anak sekolah di jalan, bisa angkut mereka,” bebernya.

Secara terpisah, tokoh pemuda Deiyai, Mando Mote mengaku, usai mengikuti Hardiknas 2016 di lapangan Tomas Adii Waghete, sejumlah anak Sekolah Dasar (SD) dari setiap sekolah yang mengikuti Hadiknas diantar menggunakan truk dan pickup. Sementara dua bus besar yang diperuntukan bagi siswa sekolah sampai saat ini diparkir di halaman PT. Putra Dewa Paniai.

“Dua bus itu adalah bantuan untuk sekolah yang dibiayai dari dana Otonomi Khusus tahun anggaran 2012. Sebelumnya dua bus itu diparkir di halaman kantor Bappeda Deiyai selama 3 tahun, yakni dari tahun 2012 hingga 2015. Lalu tahun 2016 sudah diparkir di halaman PT. Putra Dewa Paniai,” jelas Mando Mote.

Lanjut Mando, bus tersebut untuk sekolah, tapi dari tahun 2012 hingga 2016 belum dioperasikan. Oleh karena itu, ia mengharapkan agar Pemkab Deiyai, dalam hal ini Bupati, Wakil Bupati dan instansi terkait untuk segera ambil sikap agar dua bus itu dioperasikan untuk sekolah.

“Kasihan, hampir tiap hari anak SD , SMP dan SMA serta SMK jalan kaki. Sementara Dua bus itu ada parkir dengan baik di halaman PT. Putra Dewa Paniai. Kalau tidak mau pakai, bakar saja,” tegasnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DPRP: Jangan Asal Beli Bus Sekolah, Tapi Harus Fungsikan