Lapas Narkotika Klas IIA Doyo Wacanakan Pindahkan Napi Asing ke Luar Papua

share on:
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Doyo Baru – Jubi/Dok.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Doyo Baru – Jubi/Dok.

Jayapura, Jubi – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang ada di Papua masih kurang personil. Hal tersebut membuat Kantor Wilayah (Kanwil) Kementrian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Provinsi Papua mengusulkan ke Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) agar menambah jumlah sipir.

Kakanwil Kemenkumham, Abner Banosro kepada wartawan, Sabtu (21/5/2015) di ruang kerjanya mengatakan bahwa pihaknya sudah mengusulkan agar ada penerimaan pegawai khusus yang ditempatkan di Lapas-Lapas yang tersebar di Provinsi Papua.

“Usulan ini sudah saya sampaikan kepada Kemenpan RB. Kita tahu bersama bahwa di Papua masih banyak kekurangan. Bukan hanya Lapas yang ada di Kota Jayapura tetapi lapas-lapas yang tersebar di Papua juga masih mengalami kekurangan tenaga sipir atau penjaga lapas,” katanya.

Lanjut Banosro, sudah ada persetujuan dari pusat dan dalam waktu dekat akan ada perekrutan tenaga lapas sebanyak 1.000 orang yang akan disebarkan di 33 provinsi.

“Jatah di Papua berkisar antara 80 sampai 90 orang. Semua  tesnya terpusat, usulan kami juga agar perekrutan tersebut dilakukan di Papua sehingga bisa mengakomodir anak-anak Papua yang mempunyai potensi,” ujarnya.

Dirinya juga tidak menampik bahwa sering kali kasus larinya narapidana atau warga binaan dari lapas karena kekuarangan personil dalam lapas tersebut.

“Tapi semuanya harus lewat prosedur dan aturan yang berlaku. Kami hanya bisa mengusulkan ke Pusat,” katanya.

Sebelumnya ada sekitar 40 Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Provinsi Papua yang akan diredistribusi menjadi pegawai Kanwil Kemenkumham namun pada saat pengecekan Desember 2015 lalu menurun menjadi 30 orang.

“Saya kecewa karena ketika diverifikasi ulang ternyata dari 30 orang tersebut tidak berminat dan menolak,” ujarnya.

Banosro mengatakan bahwa penolakan para ASN dari lingkup Pemerintah Provinsi Papua karena pola kerja di kantor Kanwil Kemenkumham maupun Lapas terlihat semi militer, sering apel pagi dan sore.

“Inilah yang membuat batalnya redistribusi ASN ke Kanwil Kemenkumham Papua,” katanya.

Narapidana Kabur, Lapas Narkotika Dibenahi

Terpisah, terkait larinya 16 warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas IIA Doyo Baru, Sentani, Jayapura beberapa hari lalu membuat Kalapas Narkotika IIA Doyo Baru, Sulistyo Wibowo yang baru dilantik menggantikan pejabat lama Nirhono Djatmoko Adi melakukan pembenahan.

“Saya akan segera lakukan pembenahan di dalam Lapas Narkotika Doyo Baru. Tentunya hal ini berdasarkan pada saran dan masukan serta evaluasi yang dilakukan, apa saja yang perlu dibenahi,” katanya.

Menurutnya salah satunya adalah melihat sejauh mana kekurangan yang terjadi di Lapas Narkotika, sehingga sering terjadi aksi melarikan diri. Apakah itu karena kekurangan personil atau hal lainnya.

“Kalau kelebihan warga binaan, saya akan pindahkan ke lapas narkotika yang sama, yang tentunya akan meminta petunjuk kepada Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Provinsi Papua,” ujarnya sembari mengakui bahwa dari 225 orang warga binaan ada sekitar 30 warga binaan asal Papua Nugini.

“Yang saya dengar, para narapidana warga negara asing ini memberikan pengaruh yang luar biasa bagi narapidana lainnya, bahkan menjadi pemimpin didalam. Sehingga saya akan memindahkan narapidana PNG itu ke lapas narkotika di luar Papua, bisa ke Ujung Pandang atau ke Nusa Kambangan,” ujarnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Lapas Narkotika Klas IIA Doyo Wacanakan Pindahkan Napi Asing ke Luar Papua