Mama Yuliana Pigai : Kami Khawatir Pasar Mama Papua Tak Berjalan

share on:
Alm. Robert Jitmau (Rojit) bersama mama-mama pedagang asli Papua di Kota Jayapura dalam suatu kesempatan - IST
Alm. Robert Jitmau (Rojit) bersama mama-mama pedagang asli Papua di Kota Jayapura dalam suatu kesempatan – IST

Jayapura, Jubi – Setelah pejuang pasar Mama-mama Papua, Alm. Robert Jitmau meninggal dunia karena ditabrak mobil dengan sengaja di pertigaan Ring Road Pantai Hamadi, Kota Jayapura, Jumat (21/5/2016) para pedagang asli Papua mulai meragukan perkembangan pembangunan pasar yang mulai dibangun di bekas lahan Damri.

Ketua Pedagang Mama-Mama Papua, Yuliana Pigai mengaku, dirinya sangat kwatir jangan sampai pembangunan pasar Mama-mama Papua yang baru saja diletakan batu pertamanya oleh Presiden Joko Widodo itu tak berjalan.

“Kami sebagai pedagang asli Papua yang sudah lama jualan di emperan toko dan sekarang masih jual di pasar sementara Mama-mama Papua sangat kwatir dengan pembangunan pasar Mama-mama Papua ini,” jelas mama Yuliana Pigai kepada Jubi akhir pekan kemarin di Jayapura Kota.

Hal itu dikatakan mama Yuliana lantaran dalam perjalanannya memperjuangkan kehadiran pasar tersebut bersama Alm. Rojit, sapaan akrab Robert Jitmau yang memakan waktu belasan tahun ini mereka sudah sering diberikan janji palsu.

“Saya katakan kwatir, karena waktu bapak Robert masih hidup saja pemerintah putar balik kami. Nah, sekarang dia sudah meninggal  belum tentu dalam tahun 2016 ini rampung diselesaikan,” ungkapnya sedih.

Apalagi, lanjutnya, saat peletakan batu pertama pemerintah tampilkan dua buah gedung megah diantaranya pasar Mama-mama Papua dan hotel Mama-mama Papua.

“Saya tidak tahu, mana duluan yang akan dibangun. Kalau sampai molor, siapa yang akan membela kami? Bapak Robert sudah tidak ada lagi. Kami saja sudah tidak ada daya. Banyak pemuda Papua, tapi hanya dia saja yang rela turun bersama kami,” katanya sambil menangis mengingat sosok Rojit.

Saat peletakkan batu pertama untuk pembangunan pasar ini, akhir April lalu, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Widodo) meminta Kementerian BUMN untuk membangun pasar mama mama Papua dalam waktu 10 bulan.

“Pasar ini sudah ditunggu lama oleh mama Papua, jadi pembangunannya jangan sampai lebih dari setahun. Kalau bisa 10 bulan sudah selesai,” kata Presiden Jokowi kala itu.

Jokowi menginginkan, pembangunan pasar mama Papua dikerjakan dengan ngebut hingga cepat selesai, namun diakuinya, dalam prakteknya tidak segampang itu. Sebab ada aturan aturan yang harus dipenuhi.

“Pemilik Damri gak berani, takut ada masalah, bisa diperiksa KPK. Tapi saya kejar terus, sebab harusnya Damri gak ada masalah, Menteri juga, mama mama yang di pasar juga,” ucapnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mama Yuliana Pigai : Kami Khawatir Pasar Mama Papua Tak Berjalan