Pemprov Papua Akan Gelar Tes Urine Massal Bagi ASN

share on:
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty Membubuhkan Tanda Tangan Sebagi Bentuk Dukungan Tolak Narkoba di Papua - Jubi/Alex
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty Membubuhkan Tanda Tangan Sebagi Bentuk Dukungan Tolak Narkoba di Papua – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dalam waktu dekat akan menggelar tes urine secara massal bagi aparaturnya dengan bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional wilayah Papua-Papua Barat.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty kepada wartawan mengatakan tes urine massal sebagai langkah awal deklarasi Papua bangkit melawan Narkoba hidup sehat dan berprestasi.

“Kami akan segera bicarakan rencana ini dengan BNN. Sebab ini harus dilakukan karena sebagai penyelenggara negara kita juga harus bersih soal (Narkoba) ini,” kata Elia di Jayapura belum lama ini.

Untuk itu, Elia mengimbau kepada seluruh aparaturnya bersinergi mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan Narkoba. Disamping itu pihaknya juga mengingatkan agar ASN jangan sesekali mencoba gunakan narkotika jenis  apapun.

“Sebisa mungkin jaga diri kalian dengan baik, kendalikan diri dan jaga kesehatan untuk melaksanakan tugas sebagai abdi negara. Sebab bagaimana suatu pemerintahan akan berjalan maksimal jika pelaksananya menggunakan Narkoba,” ujarnya.

Menurut ia, jika sampai dilaksanakan pendeklarasian sebagai pernyataan perang terhadap Narkoba di Papua, hal ini berarti masalah peredaran barang terlarang sudah sangat memprihatinkan. Sehingga dibutuhkan pula satu sikap tegas dari seluruh masyarakat, sekaligus mendukung dan berperang melawan Narkoba.

“Kita mesti menolak barang haram ini karena bisa merusak bangsa. Apalagi kalau sampai kata darurat bagi negara dan sudah termasuk Papua. Itu berarti sangat luar biasanya pertumbuhan kejahatan ini,” kata Elia.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional wilaya Papua-Papua Barat Kombes Pol Jackson Lapalonga mengatakan peredaran dan penyalahgunaan Narkotika di Papua sudah masuk dalam kategori “lampu kuning”.

“Fakta di lapangan berbicara demikian, dimana dari lima bulan jangka waktu operasi tak rutin di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Keerom pada 2016, tercatat hampir 500 orang mesti berhadapan dengan pihak berwajib akibat mengkonsumsi Narkoba jenis ganja,” kata Jackson

Jackson menilai, pemerintah daerah terkesan masih kurang peduli terhadap upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Papua. Hal demikian nampak dari belum adanya aksi secara serentak dari pemerintah untuk turut memerangi peredaran Narkoba.

“Makanya melalui Momentum deklarasi bersama tentang perang terhadap Narkoba ini, saya ingin ajak semua elemen masyarakat termasuk pemerintah yang saya lihat kurang kepedulian terhadap (upaya mengatasi) masalah narkotika di Papua,” ujarnya.¬†(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemprov Papua Akan Gelar Tes Urine Massal Bagi ASN