Setiap Tahun Penyalahgunaan Narkotika Meningkat

share on:
Pemerintah Papua Bersama BNN dan Masyarakat Dukung Deklarasi Tolak Narkoba Di Papua - Jubi/Alex
Pemerintah Papua Bersama BNN dan Masyarakat Dukung Deklarasi Tolak Narkoba Di Papua – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Gubernur Papua Lukas Enembe melalui Asisten bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Elia Loupatty mengatakan jumlah penyalahgunaan narkotika setiap tahunnya mengalami peningkatan baik dari peredarannya hingga 2015, dimana prevalensi penyalahgunaan capai 5,1 juta jiwa.

Dampak dari itu, sekitar 40-50 orang di Indonesia meninggal dunia per hari. Bahkan pelaku penyalahguna narkotika sekitar 75 persen, berasal dari kelompok pekerja usia produktif.

“Tak pandang buluh, berbagai latar belakang, antara lain eksekutif, yudikatif, legislatif, pengusaha, pekerja seni dan kreatif, profesional, politisi serta sosok sukses dan terdidik,” kata Lukas Enembe, di Jayapura belum lama ini.

Masih menurut Gubernur, berdasarkan penelitian BNN dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia, jumlah prevalensi penyalahguna narkotika di Papua 2015 sebesar 1,21 persen. Jumlah penyalahguna sebanyak 29.197 orang dari populasi penduduk (usia 10-59 tahun) sejumlah 2.408.400.

Sementara berdasarkan data penanganan tindak pidana narkotika pada Kepolisian Daerah Papua setiap tahunnya mengalami peningkatan dan tersebar di 12 kabupaten/kota.

“Bisa dikatakan penyalahgunaan narkotika ini merupakan fenomena gunung es yang baru bisa diungkap hanya dibagian permukaannya saja dan belum dapat menyentuh jauh kedalam,” ucapnya.

Menanggapi itu, Enembe katakan, langkah penting sudah dilakukan Pemprov Papua dengan menolak dan melarang keras peredaran minuman keras, yang juga merupakan pintu masuk dari penyalahgunaan narkotika. Bersamaan dengan itu, seluruh elemen masyarakat dan stakeholder didorong untuk menolak keras peredaran narkotika di Bumi Cenderawasih.

“Ini harus dilakukan karena peredaran narkotika dapat mengancam generasi emas Papua. Karena itu, melalui Hari Anti Narkoba Internasional, diharapkan menjadi momentum bagi semua pihak bersinergi dan berperang melawan peredaran Narkoba,” kata Gubernur Lukas Enembe.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Papua Kombes Pol Jackson Lapalonga mengatakan peredaran dan penyalahgunaan Narkotika di Papua sudah masuk dalam kategori “lampu kuning”.

“Fakta di lapangan berbicara demikian, dimana dari lima bulan jangka waktu operasi tak rutin di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Keerom pada 2016, tercatat hampir 500 orang mesti berhadapan dengan pihak berwajib akibat mengkonsumsi narkoba jenis ganja,” kata Jackson

Jackson menilai, pemerintah daerah terkesan masih kurang peduli terhadap upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahguaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Papua. Hal demikian nampak dari belum adanya aksi secara serentak dari pemerintah untuk turut memerangi peredaran Narkoba.

“Makanya melalui momentum deklarasi bersama tentang perang terhadap narkoba ini, saya ingin ajak semua elemen masyarakat termasuk pemerintah yang saya lihat kurang kepedulian terhadap (upaya mengatasi) masalah narkotika di Papua,” ucapnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Setiap Tahun Penyalahgunaan Narkotika Meningkat