Disinyalir ada Pemerasan Guru di Disdik Kota Jayapura

share on:

Program+sertifikasi+guruJayapura, Jubi -Beberapa oknum ASN Dinas Pendidikan Kota Jayapura diduga melakukan praktik pemerasan kepada para guru saat mengurus kepangkatan, SKP (sasaran kerja pegawai) dan akreditasi. Hal ini diungkapkan seorang guru dalam salah satu akun media sosial, facebook.

“Ternyata ditemukan banyak ketidakberesan dalam masalah kepangkatan dengan banyak alasan. Termasuk masalah SKP dan Tim Akreditasi,” ujar salah satu guru SMA 1 Jayapura, Robert Sihombing dalam akun Facebooknya.

Dalam akun Facebooknya tersebut dirinya menjabarkan beberapa poin hasil pertemuan dan pernyataannya, beberapa oknum yang terindikasi melakukan pemerasan yang dikabarkan telah dimutasikan ke Provinsi Papua ternyata masih ada dan memegang peranan.

Padapoin kelima, robert Sihombing menuliskan kepada para guru yang merasa diperas dalam kenaikan pangkat dan kebingungan menyelesaikannya dipersilahkan menghubunginya secara pribadi (inbox) atau sms ke nomor probadinya, +6281248387877.

“Jangan biarkan guru jadi korban pemerasan oleh oknum dinas/BAKD,” ujarnya.

Saat menjawab pertanyaan Jubi melalui facebook,  Robert Sihombing mengatakan praktik itu sudah cukup lama terjadi.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa membantah adanya praktik pemerasan yang dilakukan bawahannya. Mudiyasa meminta jika ada guru yang merasa diperas oleh ASN Dinas Pendidik Kota Jayapura, ia menganjurkan agar melaporkan dengan membawa bukti secara tertulis dan sah.

“Kasus pak Sihombing itu sudah kami klarifikasi. Pak Sihombing ini kan dulunya TU (tata usaha) dan dirinya harus punya angka kredit yang cukup. Dia juga  harus punya Akta 4. Itu kasus dari dulu, dan karena dia yang tak koordinasi dengan kita,” ujar Wayan.

Kepala Dinas mengaku sudah mendudukkan semua pihak yang bersangkutan dengan kasus Robert Sihombing, dan sudah kelar kasusnya. “Kami bantu dia untuk kenaikan pangkat.

“Saya minta dia tunjukkan siapa orangnya akan saya tindak secara langsung jika terbukti sebab saya tidak mau menzalimi semua guru dan kepangkatannya, sebab kami akan bantu semua guru  jika ada kesulitan,” ujarnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Disinyalir ada Pemerasan Guru di Disdik Kota Jayapura