Perda Minol Tak Akan Dicabut

share on:
Sekda Papua, T.E.A. Hery Dosinaen - Jubi/Roy Ratumakin
Sekda Papua, T.E.A. Hery Dosinaen – Jubi/Roy Ratumakin

Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua tak akan mencabut Peraturan Daerah (Perda) Nomor 15 tahun 2013 tentang pelarangan, produksi peredaran dan penjualan minuman beralkohol (minol), tapi akan disempurnakan.

Sekretaris Daerah Papua Hery Dosinaen kepada wartawan, di Jayapura, Senin (23/5/2016) mengatakan penyempurnaan yang dimaksud adalah pasal 9, ada redaksi yang harus dihilangkan.

“Jadi Perda mengenai minuman beralkohol tidak akan dicabut, justru akan disempurnakan,” katanya.

Menurut ia, Perda minuman beralkohol akan lebih diperkuat, dalam artian semua jenis minuman akan dilarang, mulai dari kadar alkohol tinggi sampai dengan di bawah lima persen.

“Revisi dan penyempurnaan perda minuman beralkohol ini terkait dengan kadar alkohol dalam minuman tersebut,” ujarnya.

Mengenai hal ini, ujar Hery, pemerintah provinsi sudah bersepakat, minuman beralkohol dengan kadar di bawah lima persen dan semuanya pengelompokan golongannya tetap akan dilarang di Papua.

“Jadi baik minuman lokal maupun yang kandungan atau kadar alkoholnya dibawah lima persen tetap akan dilarang dan dihilangkan dari peredaran,” kata Hery.

Sebelumnya Gubernur Papua Lukas Enembe dengan tegas mengingatkan seluruh masyarakat Indonesia, yang ingin berkunjung ke Bumi Cenderawasih untuk tidak membawa minuman beralkoohol. 

“Kami akan sampaikan kepada masyarakat Indonesia, ketika ingin masuk di Papua dilarang membawa minuman beralkohol,” kata Lukas Enembe.

Enembe katakan, penegasan ini dilakukan untuk menyelamatkan orang-orang Papua. Pasalnya setiap tahun pasti ada orang Papua dan rumah tangga yang rusak akibat minuman beralkohol.

“Habis minum terus ribut, baku pukul dan akhirnya anak-anak menjadi terlantar dan berperilaku menyimpang,” ujarnya. (*) 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Perda Minol Tak Akan Dicabut