Pergantian Nama Bank Papua Bukan Jaminan

share on:
Kantor Pusat Bank Papua – Jubi/Doc
Kantor Pusat Bank Papua – Jubi/Doc

Jakarta, Jubi – Ketua Komisi III DPR Papua, Carolus Kelen Boli menyatakan, wacana pergantian nama Bank Papua menjadi Bank Tanah Papua bukan hal utama. Pergantian nama bukan jaminan bank itu bisa lebih baik.

Ia mengatakan, pergantian nama bukan hal prinsip. Yang penting kinerja bank itu diperbaiki. Secara pribadi ia menilai tak perlu pergantian nama namun kinerja bank yang harus ditingkatkan.

“Papua ini luas. Yang penting kinerja. Ini yang harus diperbaiki. Kalau mengenai penjaringan direksi melalui lelang, semua kembali kepada pemegang saham. Semua baik,” kata Carolus Boli di Jakarta, Selasa petang (24/5/2016).

Menurutnya, pengangkatan direksi baru dengan cara apapun, pasca diberhentikannya direksi lama bukan masalah. Yang pihaknya inginkan,  direksi Bank Papua nantinya adalah orang yang terbaik. Dia melalui lelang jabatan atau tidak tetap akan melewati fit and proper test melalui Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Itu kewajiban. Ada tahapan yang harus dilalui untuk memenuhi syarat menjadi direksi di Bank Papua. Siapapun yang nanti duduk sebagai direksi dia adalah figur terbaik yang menguasai mengenai perbankan. Meskin dia dari luar, dia harus menguasai perbankan,” ucapnya.

Katanya, dewan tak mematok orang dalam atau orang luar Papua. Namun paling tidak dia seorang bankir. Bukan karbitan. Benar-benar melalui karir berjenjang dalam dunia perbankan.

“Mengenai Bank Papua ini, memang laporan secara tertulis atau laporan langsung dewan direksi pada rapat komisi beberapa waktu lalu, diatas kertas biasa baik saja. Kedalaman daripada itu tak bisa diketahui karena mereka sembunyikan. Perlu pendalaman,” katanya.

Dikatakan, apapun alasan, pihaknya mendukung penuh langkah pemegang saham dalam hal ini gubernur dan bupati untuk mengganti direksi Bank Papua dan mengangkat direksi sementara.

“Kami harap, bank ini makin baik kedepan. Baik dari kinerja maupun lainnya. Kami berharap kinerja Bank Papua kedepan harus lebih baik dari kini,” imbuhnya.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Papua beberapa waktu lalu, sejumlah agenda dibahas salah satunya usulan pergantian nama Bank Papua menjadi Bank Tanah Papua.

Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Papua, La Jimu mengatakan, selama ini Bank Papua membawahi dua provinsi yaitu Papua dan Papua Barat, sehingga dalam RUPS kali ini diusulkan untuk berganti nama menjadi Bank Tanah Papua untuk mengakomodir dua provinsi tersebut.

“Kami masih menggunakan nama Bank Papua hingga kini karena sebelumnya provinsi Papua belum dimekarkan, namun setelah dimekarkan, nama Bank Papua belum berganti,” kata La Jimu kala itu.

Menurutnya, Papua dan Papua Barat adalah pemilik bank ini, sehingga disatukan dalam RUPS agar bisa melakukan kegiatan strategis untuk kemajuan Bank Papua. Harapan seluruh masyarakat Papua dan pemilik harus segera untuk menjadi Bank Devisa. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pergantian Nama Bank Papua Bukan Jaminan