Prisson Boxing Club Lapas Abepura Butuh Perhatian

share on:
Manajer Tinju Prisson Boxing Club Lapas Abepura, Irianto Pakombong-Jubi/Simon
Manajer Tinju Prisson Boxing Club Lapas Abepura, Irianto Pakombong-Jubi/Simonsso

Jayapura,Jubi-Prisson Boxing Club adalah olaraga tinju yang didirikan di  Lapas Abepura untuk membina anak anak Papua khususnya untuk memacu mereka dalam dunia tinju. Kehadiran mereka dapat melahirkan bibit-bibit tinju yang dihandalkan dan direkrut dalam persiapan Pekan Olahraga Nasional(PON) 2020 mendatang.

Hal ini dikatakan Menejer  Prison Boxing Club Irianto  Pakombong yang juga pegawai  Lapas Abepura kepada, Jubi,  Senin (23/5/2016).

Dia  mengatakan lahirnya tinju dalam Lapas Abepura adalah saran dari Bapak Filep Karma yang menggagas bagaimana Lapas membina anak anak Papua yang punya kompetensi ke depan membawa nama Papua.

“Prestasi yang sudah kita  capai pada saat ini ,waktu itu kejuaraan ke Sarmi , kita bahwa 16 atlet tinju terus  kami mengikuti Kejurnas tinju junior Piala Wakil Presiden di Palembang kami bawa 3tiga atlet tinju dari Lapas Abepura. Satu petinju sudah bebas dan dua masih menjalani masa tahanan,”katanya.

Menurut dia Prisson Boxing Club Lapas Abepura juga mengikuti kejuaraan tinju di Kabupaten Jayapura dan terakhir mengikuti Kejuaraan Tinju Yerisetouw Cup. “Sampai sekarang kami masih latihan namun tingkat kejenuhan dari anak anak itu sendiri, apalagi ditambah dengan kurangnya asupan gizi, karena di Lapas ini kami punya dipa tidak dapat ada menyangkut tambahan minuman bagi mereka mereka yang sementara guluti olaraga ,“katanya seraya menambahkan mereka masih makan dari dapur umum jadi penambahan gizi tidak ada.

Tapi kata dia semanat dari anak anak untuk latihan itu ada tapi yang jadi kendala sekarang itu kejuaraan kejuaraan belum bukan di sini saja tapi di luar juga begitu.

“Ibaratnya kita ini latihan namun menunggu kejuaraan tapi tidak ada, ibaratnya seperti petani sudah garap sawah tapi tunggu hujan, dalam arti bahwa sudah selama ini latihan namun mereka mau praktekan itu tidak ada kejuaran mungkin dari Pemda, Pertina  satu tahun ada dua kejuaraan kah,sehingga mereka punya skill atau ilmu yang sudah mereka dapatkan dapat di terapkan agar tingkat kejenuhan dari anak anak tidak ada, “katanya.

Kata dia Pertina Papua  bisa menjaring bibit bibit muda yang berbakat untuk dipersiapkan di olaraga PON 2020 mendatang nantinya. “Ya itu keseriusan pemerintah untuk melihat agar mereka juga bisa mengharumkan nama Papua dalam kujuaraan kejuaraan tinju,”katanya.

Di tempat terpisah asisten tinju  Kafiar, mengatakan bakat bakat yang di Lapas Abepura ini  sangat luar biasa, semangat dan keseriusan mereka dalam berlatih serta turnamen turnamen yang pernah  mereka lalui. “ Mungkin dari mereka cuma kekurangan penambahan gizi dan itu bisa ada keseriusan dari pemerintah sendiri untuk kita, “katanya.

Kata dia olaraga dalam Lapas ini sangat penting agar ketika mereka keluar nanti tidak ada stigma yang diberikan masyarakat kepada mereka bahwa mereka napi melainkan seorang atlet tinju. “ Saya lihat kalau mereka dibina dan gizi yang bagus kedepannya mereka menjadi petinju yang luar biasa  ketika keluar dari lapas nanti,”katanya.(*).

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Prisson Boxing Club Lapas Abepura Butuh Perhatian