Ramadhan dan Idul Fitri, BI Siapkan Uang Melebihi Tahun Sebelumnya

Ilustrasi Uang

Ilustrasi Uang

Jakarta, Jubi – Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Papua menyiapkan uang melebihi tahun sebelumnya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatkan permintaan sesuai kebutuhan masyarakat.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Joko Supratiko mengatakan, jumlah uang yang disiapkan pihaknya tahun ini meningkat Rp. 500 miliar dari tahun sebelumnya yang hanya Rp. 3,5 triliun.

“Kami mengantisipasi kemungkinan meningkatkan kebutuhan masyarakat dibanding tahun lalu. Jumlah Rp. 4 triliun itu cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri,” kata Joko Supratiko via teleponnya, Minggu (29/5/2016).

Menurutnya, ketersediaan uang dengan jumlah itu, tak hanya cukup memenuhi kebutuhan masyarakat ketika Ramadhan dan Idul Fitri, namun juga hingga memasuki tahun ajaran baru. Bank Indonesia juga akan membuka loket keliling untuk penukaran uang pecahan kecil di wilayah Kota Jayapura.

“Jadwalnya setiap Kamis. Untuk penukaran uang pecahan tak layak edar atau rusak yang sudah harus dicabut dari peredaran, kami membuka loket penukaran setiap Rabu di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Papua,” ucapnya.

Mengenai pertumbuhan perbankan di Papua tahun ini kata dia, pada triwulan pertama, pertumbuhan sektor perbankan lambat dibanding sebelumnya. Total asset perbankan di Papua pada triwulan pertama tahun ini hanya senilai 47,14 triliun atau 8,19 persen (yoy) lebih rendah dibanding sebelumnya yaitu 9,28 persen (yoy)

Salah satu warga Kota Jayapura, Sri Handono mengatakan, setiap menjelang Idul Fitri ia menukarkan uang pecahan besar untuk pecahan Rp. 2.000-Rp. 20.000. Tujuannya untuk dibagi-bagikan kepada sanak keluarga dan kerabat yang berkunjung ke rumahnya.

“Biasanya kan kalau anak-anak kecil mereka senang kalau diberikan uang baru. Itu tujuan saya menukarkan uang pecahan besar setiap menjelang lebaran,” kata Handono.

Menurutnya, jika penukaran uang dilakukan di Bank Indonesia, nominal yang diperoleh akan sama dengan yang ditukarkan. Misalnya warga menukarkan uang pecahan Rp. 100.000 dengan pecahan Rp. 2.000-Rp. 20.000, nomilnya tetap akan sama Rp. 100.000. (*)

About the author

Related