Mahasiswa Menjual Pinang untuk Jadi Sarjana

share on:
Tempat Jual Buah Pinang (Jubi/Timoteus Marten)
Tempat Jual Buah Pinang (Jubi/Timoteus Marten)

Jayapura, Jubi – Dengan cekatan tangan mahasiswi itu mengatur buah pinang di atas meja. Tanpa sungkan, malu ataupun minder, secara rutin ia duduk menjaga dagangannya di saat teman-teman seumurannya duduk di café ataupun bermain di waktu sore.

Debora Haluk (23), mahasiswa Universitas Cenderawasih, Fakultas Fisip semester IV. Pasca kematian ibunya, Desi nama panggilannya memilih berjualan pinang di putaran taxi Perumnas 3Waena, untuk  menggapai cita-citanya.

“Awalnya saya merasa minder dengan teman-teman. Tapi apa boleh buat, tidak ada pekerjaan lain yang dapat saya kerjakan, hanya ini pilihan saya,” ungkap Debora saat ditemui Jubi pekan lalu.

Berasal dari keluarga petani, tidak menghentikan Debora menggapai cita-cita. Dengan bermodalkan niat dan uang sebesar Rp100 ribu ia rela berjualan di pinggiran jalan untuk mencukupi kebutuhan finansialnya.

Biasanya Debora mulai berjualan sejak pukul 16.30 sampai 21.00. Sepulang dari kampus, ia beristirahat sejenak kemudian berjualan sampai malam hari.

“Penghasilan yang saya dapat dari hasil jual pinang saya gunakan untuk membayar uang sewa kos,makan, membeli keperluan sehari-harinya dan uang transport ke kampus,” katanya

Dukungan dan doa hanya didapatkan dari sahabatnya Paulina Pabika, yang terus menjadi penyemangat.  Paulina bertututur Debora adalah sosok perempuan yang kuat, pekerja keras dan mandiri dalam menjalani hidup.

“Desi seorang mahasiswa yang aktif dalam organisasi gereja maupun ikatan. Ia juga mandiri dan pandai mengatur waktu di sela-sela kesibukannya. Kepergian mamanya membuat ia harus lebih bekerja keras tanpa mengenal lelah. Itu yang membuat sahabat saya ini beda dengan perempuan lainnya,” katanya.

Paulina berharap perjuangan hidup sahabatnya tersebut menjadi inspirasi dan motivasi bagi teman-teman lainnya dalam menempuh pendidikan.

Perjalanan hidup setiap orang di muka bumi tak selamanya indah. Bagi mereka yang memiliki keluarga, dapat berbahagia mendapat bantuan dan dukungan. Sebaliknya bagi mereka yang tidak beruntung, mereka harus terus berjuang untuk mempertahankan hidupnya dengan bekerja keras. Debora salah satunya. (*)

Editor : Angela Flassy
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mahasiswa Menjual Pinang untuk Jadi  Sarjana