Masyarakat Jayapura Diminta Rawat Tujuh Kapal Penumpang

share on:
Salah satu kapal penumpang yang berlayar dari dan ke Papua - Jubi/Eveerth
Salah satu kapal penumpang yang berlayar dari dan ke Papua – Jubi/Eveerth

Jayapura, Jubi – Masyarakat Kota Jayapura, Papua, diminta merawat tujuh kapal motor penumpang bantuan dari pemerintah daerah setempat agar mereka tidak kesulitan sarana transportasi jika hendak pergi ke pusat kota itu.

“Kita harapkan masyarakat juga memelihara karena harganya mahal dan memang masih dalam pengawasan kita. Tapi saya lihat sejauh ini semua baik-baik saja,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Jayapura, Elby Uneputty kepada Antara di Jayapura, Senin (30/5/2016).

Ia menjelaskan manfaat dari kehadiran kapal yang telah diserahkan Pemkot setempat kepada masyarakat pada Maret lalu itu.

Hingga kini, katanya, beberapa kampung hanya bisa dijangkau dengan kapal atau perahu, berbeda dengan kampung lain yang dengan mudah dijangkau menggunakan kendaraan roda dua dan empat.

“Kalau dipelihara dengan baik, KMP ini dapat menunjang kebutuhan transportasi masyarakat, termasuk pelaksanaan tugas pemerintah juga bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Sebanyak tujuh kampung pesisir penerima kapal yang diberi nama Tobati Satu hingga Tobati Tujuh dengan kapasitas mesin tempel 45 PK itu, adalah Kampung Kayu Pulo, Pulau Kosong, Enggros, Nafri, Muara Tami, Kayu Batu, dan Tobati.

Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano pada penyerahan KMP belum lama ini, mengharapkan bantuan transportasi antarkampung yang menghabiskan dana Rp2 miliar lebih itu dimanfaatkan sebaik mungkin agar bertahan dalam jangka waktu lama.

Apalagi, katanya, masyarakat membutuhkan transportasi yang gratis dan cepat.

“Dijaga, dirawat dengan baik supaya KMP ini tidak mubazir dan kalau ada kegiatan gereja, PKK, pelajar yang mau pergi ke sekolah atau mama-mama mau pergi berbelanja, bisa dipakai,” ujarnya. (*)

 

Editor : TIMOTEUS MARTEN
Sumber : Antara
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Masyarakat Jayapura Diminta Rawat Tujuh Kapal Penumpang