BPS Papua: Lima Kabupaten Yang Tuntas SE 2016

share on:
Petugas Sensus Ekonomi Jayawijaya ketika melakukan pencacahan di salah satu rumah warga di Wamena – Jubi/Islami
Petugas Sensus Ekonomi Jayawijaya ketika melakukan pencacahan di salah satu rumah warga di Wamena – Jubi/Islami

Jayapura, Jubi – Secara realtime, Puncak Jaya, Yahukimo, Paniai, Pegunungan Bintang dan Tolikara adalah Kabupaten yang telah selesai melaksanakan Sensus Ekonomi yang dilakukan oleh BPS Papua pada 1 Mei hingga 31 Mei 2016 yang lalu.

“Yang lain, laporan masih ada sekitar 80-90 persen dan itu pun kami lakukan sekali lagi, untuk cek ulang dan verifikasi,” ujar JB Priyono, Kepala BPS Papua kepada wartawan, Rabu (1/6/2016).

Meski waktu sensus telah berakhir 31 Mei yang lalu dan pencapaiannya telah sebesar 93,68 persen di 28 Kabupaten/Kota di Papua, pihak BPS Papua saat ini terus melalui verifikasi dan pencacahan ulang.

“Belum ada apa-apa, banyak dari petugas kami lakukan kesalahan komunikasi sehingga pencacahan ulang ini untuk usaha memperbaiki kekurangannya. Pada 1-15 Juni 2016, kita lakukan verifikasi,” kata JB Priyono.

Terkait kendala yang dialami, JB Priyono mengemukakan adanya isu yang menyesatkan membuat ketidaknyamanan. Tak hanya bagi responden atau masyarakat yang menjadi ragu-ragu tetapi juga petugas sensus itu sendiri.

“Selain itu, sulitnya ketemu tokoh-tokoh perekonomian Papua dan ketemu pemilik usaha,” tambahnya.

JB Priyono mengemukakan hasil sensus ekonomi tersebut akan dibacakan oleh Presiden Jokowi pada 16 Agustus 2016 mendatang.

Sebelumnya, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Papua Elia Loupatty mengatakan pihaknya merasa sensus tahun ini sangat monumental karena beberapa dana pusat masuk, demikian juga dari provinsi, kabupaten dan kota.

“Dengan melakukan pendataan yang jelas dan benar, maka dapat mengetahui kesenjangan yang ada. Kesenjangan itu penting karena dapat melakukan program-program yang diperlukan,” katanya.

Menurut Elia, sensus ekonomi yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) secara nasional menjadi penting bagi pengetahuan baik penyelenggara pemerintahan maupun masyarakat.

“Indikator-indikator yang sedang terjadi di bidang perekonomian dan pembentukan pembentukannya ekonomi itu sendiri bisa diketahui dari sensus,” ujarnya.
Dia menuturkan baik dari segi masalah biaya, permodalan dan perekonomian rakyat, hal ini banyak yang harus diketahui.
“Termasuk bagaimana juga peningkatan dari pertumbuhan pendapatan di masyarakat sehingga hasil dari sensus ini sangat diperlukan oleh banyak pihak,” katanya lagi.

Udin,  seorang warga Abepura mengaku sudah didatangi oleh petugas sensus ekonomi. Ia ditanya hal-hal yang berkaitan dengan usaha yang dijalankannya. Tapi ia mengaku hanya jawab sekenanya saja.

“Ditanya berapa modal dan pendapatan bersih saya jawab sekenanya, sebab saya tak tahu menahu dengan hal itu,” jawabnya singkat.

Kolisatu, warga Entrop juga mengaku telah ditanya oleh para petugas sensus ekonomi yang mendatangi di rumahnya.

“Saya hanya ditanya kerja kepala rumah tangga apa, lalu petugasnya pergi,” tambahnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  BPS Papua: Lima Kabupaten Yang Tuntas SE 2016