DPR Papua: Stop Pakai Cenderawasih Sebagai Hiasan Pejabat

share on:
Burung Cenderawasih, hewan langka endimik Papua, ternyata banyak dijual secara ilegal - pernikdunia.com
Burung Cenderawasih, hewan langka endimik Papua, ternyata banyak dijual secara ilegal – pernikdunia.com

Jayapura, Jubi – Ketua DPR Papua, Yunus Wonda mengingatkan kepada para stakeholder dan masyarakat Papua agar tak lagi menggunakan burung Cenderawasih asli sebagai hadiah atau hiasan kepala untuk para tamu atau pejabat negara yang berkunjung ke Papua.

Ia mengatakan, kini keberadaan ‘burung surga’, yang merupakan burung ciri khas Tanah Papua itu mulai menuju kepunahan. Cenderawasih terus diburuh hanya untuk dijadikan hiasan. Kondisi itu tak bisa dibiarkan. Oleh karena itu, semua stakeholder harus berperan melindungi keberadaan Burung Cenderawasih.

“Tak lama lagi Burung Cenderawasih akan punah jika tak ada upaya melindunginya. Pemberian hiasan kepala kepada para tamu, termasuk pejabat negara yang berkunjung ke Papua, secara tak sadar kita seakan ikut mendukung kepunahan burung tersebut,” kata Yunus Wonda kepada Jubi di Kota Jayapura, Rabu (1/6/2016).

Menurutnya, salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk meminimalisir perburuan burung surga tersebut yakni dengan mengadakan perlombaan desain hiasan Cenderawasih imitasi untuk diberikan kepada para tamu dan pejabat jika ada yang berkunjung ke Papua.

“Perlu ada langkah-langkah yang ambil pemerintah untuk mencegah punahnya Burung Cenderawasih. Jangan lagi menggunakan Cenderawasih asli untuk hiasan atau hadiah kepada para tamu dan pejabat,” katanya.

Ia khawatir, jika tak ada upaya konkret melindungi Burung Cenderawasih, generasi Papua mendatang tak akan lagi tahu atau melihat langsung seperti apa burung khas Tanah Papua.

“Jangan sampai Burung Cenderawasih hanya tinggal nama nantinya. Kalau sudah begitu, apalagi yang bisa dibanggakan. Selama ini sudah berapa banyak Burung Cenderawasih yang dibunuh untuk hiasan selama ini,” katanya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DPR Papua: Stop Pakai Cenderawasih Sebagai Hiasan Pejabat