Demo Bara NKRI, Komnas HAM Perwakilan Papua Terima dua Pegaduan

share on:
Mama Hendrika Kowenik yang dipukuli oleh sekelompok orang di depan Lapangan Trikora - Jubi
Mama Hendrika Kowenik yang dipukuli oleh sekelompok orang di depan Lapangan Trikora – Jubi

Jayapura, Jubi – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Perwakilan Papua mengatakan pihaknya telah menerima pengaduan korban penganiayaan dan pemukulan oleh demonstran Barisan Pembela Negara Kesatuan Republik Indonesia yang melakukan demo menentang Komite Nasional Papua Barat di kota Jayapura.

“Hari ini kami menerima dua pengaduan. Korban pertama, Hendrika Kowenip dipukul massa aksi di lapangan Trikora Jayapura. Korban kedua, ada empat ibu-ibu di Polimak Jayapura. Mereka mengaku dilempari batu dan air mineral,” ujar Frist Ramandey, ketua perwakilan Komnas HAM Perwakilan Papua kepada Jurnalis Jubi di Jayapura, Papua, Kamis (2/06/2016)

Kata Ramandey, pihaknya sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan massa aksi yang mengusung tema damai tetapi kenyataan ada tindakan kekerasan. Kekerasan terhadap perempuan yang tidak tahu menahu soal demonstrasi menolak Komite Nasional Papua Barat itu.

Kata dia, demonstran macam ini sangat berpotensi menimbulkan konflik antara masyarakat. Apa lagi yang mengalami tindakan kekerasan itu semuanya para wanita.” Orang yang dengan budaya menghargai wanita pasti bisa marah dan ini potensi konflik,” katanya.

Karena itu, kata Ramandey, pihaknya akan menindaklanjuti pengaduan ke pihak Polres Jayapura kota untuk meminta keterangan kepada penanggung jawab aksi. “Polisi perlu meminta keterangan, klarifikasi masalah ini ke penanggung jawab aksi,” ungkapnya.

Filep Karma, Tokoh Politik Papua merdeka mengatakan aksi anarkis yang dilakukan masa aksi Bara NKRI itu hanyalah aksi provokasi. Massa aksi ingin memprovokasi orang Papua supaya ada konflik antara yang pro Papua Merdeka dengan pendukung Republik Indonesia.

“Pemukulan itu hanya provokasi supaya ada konflik. Saya tadi lewat dan saya berusaha menghindari karena kalau mereka, misalnya, pukul saya tidak apa, tetapi anak-anak yang lihat bisa membalasnya. Saya berusaha menghindari,”tegasnya.

Kata dia, aksi provokatif macam ini tidak perlu direspon dengan berlebihan. Komentar pun tidak perlu. Biarkan publik yang menilai tindakan massa aksi Bara NKRI melalui pemberitaan dan informasi yang tersebar. “Rakyat Papua tidak perlu respon. Itu saja,” ungkap Karma.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Demo Bara NKRI, Komnas HAM Perwakilan Papua Terima dua Pegaduan