DPD Partai Demokrat Papua Tuntut Polda Tangkap Pelaku Kekerasan Pada Hendrika Kowenip

share on:
Mama Hendrika Kowenik yang dipukuli oleh sekelompok orang di depan Lapangan Trikora - Jubi
Mama Hendrika Kowenik yang dipukuli oleh sekelompok orang di depan Lapangan Trikora – Jubi

Jayapura, Jubi – Pimpinan dan seluruh pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Papua menuntut Polda Papua dan Polresta Jayapura untuk menangkap dan mengadili sekelompok orang pelaku kekerasan terhadap seorang perempuan, Hendrika Kowenip, pada Kamis (2/6/2016).  Hendrika mengalami luka dibagian punggung dan wajah.

Hendrika Kowenip, perempuan asli Papua yang menjadi korban kekerasan itu merupakan Wakil Koordinator Bidang Pemerintahan Daerah dan Penguatan Otsus DPD PD Papua. Ia mengaku dipukul dengan bambu hingga terjatuh di ruas jalan Lapangan Trikora Abepura. Rambut dan bajunya juga ditarik oleh beberapa orang yang keluar dari dalam barisan demonstran Barisan Rakyat Pembela NKRI (BARA NKRI), yang sedang berlangsung di Lapangan Trikora Abepura, pada Kamis pagi itu.

Baca : Aksi Demo BARA NKRI, Satu Perempuan Jadi Korban Pemukulan

Atas masalah yang menimpanya, pengurus DPD Demokrat mengeluarkan lima tuntutan dan salah satunya meminta pelaku ditangkap dan diproses hukum.

“Kami meminta Polda Papua dan Polresta Jayapura segera mengusut, mengejar dan menangkap para pelaku kejahatan ini dalam kesempatan pertama, dan diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan-perbuatan mereka sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” bunyi salah satu tuntutan pengurus: Wakil Ketua I, Carolus Bolly, SE, MM, Wakil Ketua II, Habel Rumbiak, SH, Sp.N dan Sekretaris, Muh. Rifai Darus, SH., yang diterima Jubi. (*)

Baca : Demo BARA NKRI, Pasar Dan Swalayan Sempat Tutup

Baca : Demo Bara NKRI, Aktifitas Ekonomi Sentani Lumpuh, Pedagang Kesal

Baca : Massa Pro NKRI Desak Pembubaran Organisasi Pro Merdeka

——

“PRESS RELEASE”

Pimpinan dan seluruh Pengurus DPD Partai Demokrat Provinsi Papua menyikapi kejadian yang menimpa Saudari HENDRIKA KOWENIP (Wakil Koord. Bid. Pemerintahan Daerah & Penguatan Otsus DPD PD Papua) pada Kamis, 2 Juni 2016 sekitar Pukul 09.00 WIT, di ruas jalan Lapangan Trikora Abepura, maka perkenankan kami menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Kami mengutuk keras terhadap sekelompok oknum yang tidak bertanggung jawab, yang telah melakukan pemukulan terhadap Saudari Hendrika Kowenip, sehingga menyebabkan memar dan luka-luka pada punggung dan wajah.

Visum et Repertum yang dilakukan oleh Pihak RSUD Dok II Jayapura akan lebih menjelaskan secara detail luka-luka yang dialami oleh Saudari Hendrika.

  1. Kami meminta kepada Aparat Kepolisian Negara Republik Indonesia, dalam hal ini Polda Papua dan Polresta Jayapura untuk segera mengusut, mengejar dan menangkap para pelaku kejahatan ini dalam kesempatan pertama, dan diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatan-perbuatan mereka sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
  2. Terhadap tudingan/tuduhan para pelaku yang menarik korban dari atas motor lalu memukul korban dengan tangan, kayu dan menginjak-injak korban sambil mengeluarkan kata-kata hujatan dan tuduhan kepada Bapak Lukas Enembe dan Yunus Wonda sebagai Pemimpin Daerah Papua yang berada di belakang kelompok tertentu yang melaksanakan demo-demo, perlu kami tegaskan bahwa: Bpk Lukas Enembe adalah Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Papua dan Bpk Yunus Wonda adalah Ketua Majelis Pertimbangan Daerah (MPD) Partai Demokrat Provinsi Papua, dalam kedudukan beliau berdua saat ini sebagai Gubernur Provinsi Papua dan Ketua DPR Papua, maka sebagai Pemimpin daerah ini, sudah pasti berada di depan (Ing Madya Mangun Karso), di tengah (Ing Ngarso Sung Tulodo) dan di belakang (Tut Wuri Handayani) daripada SELURUH LAPISAN MASYARAKAT PAPUA, tanpa membeda-bedakan Suku, Agama, Ras & Antar Golongan maupun kelompok-kelompok tertentu.
  3. Sebagai Pemimpin-pemimpin daerah Papua, sudah pasti wajib hukumnya bagi beliau berdua untuk memperhatikan, mengakomodir dan melayani seluruh kepentingan dan dinamika masyarakat yang hidup di seluruh wilayah Provinsi Papua, dengan terus berupaya untuk menjaga ketenangan, ketertiban dan kedamaian dalam kehidupan masyarakat Papua seluruhnya.
  4. Terhadap dinamika politik yang berkembang belakangan ini, sebagai Pemimpin Daerah Papua, kedua beliau tetap meminta agar pelaksanaan demo-demo untuk menyatakan pendapatnya masing-masing, hendaknya wajib memenuhi ketentuan perundangan-undangan yang berlaku dalam bingkai NKRl dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang anarkis.

Perbedaan pandangan-pandangan politik antara satu kelompok dengan kelompok lainnya, patut dihormati, namun perbedaan pandangan politik tidak boleh menjadi sarana untuk memecah-belah dan mengadu-domba rakyat Papua antara satu kelompok dgn kelompok lainnya, yang pada akhirnya dapat menimbulkan perpecahan diantara rakyat Papua itu sendiri. Persatuan dan kesatuan serta ketertiban, keamanan dan kedamaian hendaknya tetap kita jaga bersama-sama sebagai penciptaan situasi yang kondusif utk terus melanjutkan tugas dan karya kita semua dalam mewujudkan gerakan-gerakan pembangunan menuju Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.

Demikian Press Release kami, atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

DEWAN PIMPINAN DAERAH
PARTAI DEMOKRAT PROVINSI PAPUA

Wakil Ketua I,
ttd
CAROLUS BOLLY, SE, MM.

Wakil Ketua II,
ttd
HABEL RUMBIAK, SH, Sp.N

Sekretaris,
ttd
MUH. RIFAI DARUS, SH.

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DPD Partai Demokrat Papua Tuntut Polda Tangkap Pelaku Kekerasan Pada Hendrika Kowenip