DPR Papua Diskusikan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

share on:
Wakil Ketua II DPRP! Fernando Tinal Ketika Membuka FGD - Jubi/Arjuna
Wakil Ketua II DPRP Fernando Tinal Ketika Membuka FGD – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – DPR Papua menggelar Forum Grup Diskusi (FGD) terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan berbagai pihak terkait diantaranya perwakilan masyarakat di Kota Jayapura, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak, perwakilan Polda Papua dan pihak terkait lainnya di salah satu hotel di Kota Jayapura, Kamis (2/6/2016).

Wakil Ketua II DPR Papua yang mewakili parlemen setempat, Fernando A.Y. Tinal mengatakan, tujuan FGD itu untuk mendengar langsung dari berbagai pihak terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak yang kini angkanya masih terbilang tinggi di Papua.

“Kami merasa inilah moment penting dan hasil dari pada pertemuan serta masukan dalam FGD ini bisa kami jadikan sebagai bahan untuk didiskusikan bersama komisi terkait di DPR Papua serta dinas-dinas terkait di Pemprov Papua. Kedepan, jika ada regulasi yang perlu diperbaiki atau dibenahi, kami bisa masukkan,” kata Tinal disela-sela FGD.

Menurutnya, masukan dan tanggapan dalam FGD itu juga bisa menjadi acuan apakah ada hal-hal yang kurang, khususnya terkait perlindungan ibu dan anak atau hal-hal untuk mengembangkan dan memperbaiki perlindungan terhadap ibu dan anak.

“Ini agar dapat menekan angka kekerasan terhadap ibu atau perempuan serta anak. Bagaimanapun, wanita adalah pondasi yang sangat penting dalam sebuah komunitas masyarakat. Sementara anak-anak adalah generasi penerus yang harus dilindungi dan diproteksi dengan baik. Apakah melalui Perda atau lainnya,” ucapnya.

Katanya, dari diskusi itu, pihaknya mengetahui jika kekerasan terhadap perempuan dana anak di Papua masih sangat tinggi. Bukan hanya di daerah perkotaan, tapi hal itu juga terjadi di pedalaman.

“Makanya diperlukan perlindungan, proteksi agar bagaiamana sebuah keluarga bisa menjadi keluaraga yang sehat,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Papua, Anike Rawar menyatakan, hingga kini angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Papua masih terbilang tinggi. Hanya saja pihaknya belum memiliki data akurat.

“Saya belum tahu angkanya berapa, tapi meningkat. Untuk meminimalisir angka kekerasan terhadap perempuan dan anak, kami tak bisa berjalan tanpa ada dukungan masyarakat,” kata Anike.

Menurutnya, pihaknya tetap berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan mensosialisasikan kekerasan terhadap perempuan dan anak. (*)

Tags:
Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  DPR Papua Diskusikan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak