Jika Menyadari Kemampuan Perempuan, Kekerasan Bisa Diminimalisir

share on:
Ilustrasi. (Google.com)
Ilustrasi. (Google.com)

Jayapura, Jubi – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Papua terus berupaya melakukan berbagai langkah, termasuk sosialisasi, seminar dan lainnya untuk menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di Papua, yang diklaim masih tinggi.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Papua, Anike Rawar mengatakan, hingga kini kesadaran masyarakat masih minim. Akibatnya, angka kekerasan terhadap perempuan dan anak belum sepenuhnya bisa diminimalisir.

“Mayoritas kaum pria masih menganggap perempuan kemampuannya di bawah mereka. Jika saja kaum lelaki telah menyadari kemampuan perempuan, tidak akan terjadi kekerasn terhadap perempuan. Kekerasan bisa diminimalisir,” kata Anike, Jumat (3/6/2016).

Menurutnya, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak Provinsi Papua selama ini juga mengalami berbagai kendala dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Salah satunya, minimnya ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kami sudah mempunyai Tempat Pelayanan Terpadu yakni Rumah Aman di samping Polda Papua. Ini pertama di Indonesia,” ujarnya.

Katanya, pemerintah 28 kabupaten dan satu kota di Papua juga bertugas memperkuat tupoksi mereka di masing-masing wilayah kerja. Tujuannya, untuk melindungi perempuan dan anak di daerahnya dari kekerasan.

“Jangan sampai generasi yang disiapkan untuk menggatikan kami (perempuan) di waktu mendatang, selalu jadi korban kekerasan,” katanya.

Sementara Wakil Ketua III DPR Papua, Fernando A.Y. Tinal mengatakan, bagaimanapun, wanita adalah pondasi yang sangat penting dalam sebuah komunitas masyarakat. Sementara anak-anak adalah generasi penerus yang harus dilindungi dan diproteksi dengan baik. Apakah melalui Perda atau lainnya.

“Kekerasan terhadap perempuan dana anak di Papua, bukan hanya di daerah perkotaan, tapi hal itu juga terjadi di pedalaman. Makanya diperlukan perlindungan, proteksi agar bagaiamana sebuah keluarga bisa menjadi keluarga yang sehat,” kata Ferinando. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Jika Menyadari Kemampuan Perempuan, Kekerasan Bisa Diminimalisir