Antronot Pertama Kali Kaji “Hunian Tiup” Stasiun Luar Angkasa

share on:
Ilustrasi BEAM - nasa.gov
Ilustrasi BEAM – nasa.gov

Cape Canaveral, Florida, Jubi – Astronot pada Senin (6/6) melayang untuk pertama kali dalam “hunian tiup” di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) guna mengkaji jenis hunian yang lebih murah dan aman bagi para awak, selama misi tinggal yang lama di luar angkasa, ungkap Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Teknisi pesawat ISS, Jeff Williams dan Oleg Skripochka, membuka pintu “hunian tiup”, bernama Bigelow Expendable Activity Module (BEAM) pada 4.47 pagi atau 08.47 pagi waktu GMT, Senin.

BEAM yang didesain dan dibuat perusahaan swasta Bigelow Aerospace, merupakan “hunian tiup” pertama yang akan diuji para astronot di luar angkasa.

Perusahaan yang berbasis di Las Vegas itu sebelumnya telah menerbangkan dua prototipe tak berawak alat tersebut.

BEAM diterbangkan ke ISS via pesawat kargo luar angkasa SpaceX Dragon pada April.

Hunian itu sempat dipompa hingga mencapai ukuran ruang tidur kecil pada 28 Mei.

Alat itu dijadwalkan tetap berada di ISS, yaitu laboratorium riset senilai 100 miliar dolar AS yang terbang sejauh 400 kilometer, atau 250 mil di atas bumi selama dua tahun.

Williams dan Skripochka tampak menggunakan masker dan senter, melayang di ruang BEAM yang gelap pertama kalinya guna mengumpulkan data udara untuk dianalisis dan diteruskan ke bagian informasi teknis proses penggelembungan BEAM.

Williams menyatakan ke pengawas pesawat bahwa BEAM tampak “sempurna”, demikian ungkap Gary Jordan, seorang komentator misi itu sepanjang siaran televisi NASA.

BEAM yang dibuat dari material ringan dan dapat digelembungkan itu dilindungi lapisan rangka dan struktur perlindungan luar yang lebih murah dibanding hunian berbahan besi.

“Teknologi ini dapat digunakan dalam pengembangan desain masa depan untuk misi ke Planet Mars,” terang Jordan.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Antronot Pertama Kali Kaji “Hunian Tiup” Stasiun Luar Angkasa