Disparekaf: Perlu Konsorsium untuk Bangun Kabupaten Belu

share on:
Ilustrasi masyarakat di Kabupaten Belu - kp3ei.go.id
Ilustrasi masyarakat di Kabupaten Belu – kp3ei.go.id

Kupang, Jubi – Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Nusa Tenggara Timur (NTT), Marius Ardu Jelamu, berpendapat Pemerintah Kabupaten Belu perlu membentuk sebuah konsorsium dengan menggandeng para pengusaha lokal untuk membangun wilayah yang berbatasan dengan Timor Leste itu.

“Bupati Belu bisa mengumpulkan pengusaha lokal untuk membentuk sebuah konsorsium dengan investasi utama pada pengembangan dan pembangunan Kabupaten Belu yang merupakan salah satu serambi depan Indonesia tersebut,” katanya di Kupang, Selasa (7/6/2016).

Menurut dia, proyek-proyek pemerintah diarahkan semua kepada konsorsium tersebut sebagai bentuk imbal kerja sama pemerintah-swasta, agar anggaran pembangunan untuk kawasan perbatasan tidak lari keluar daerah.

“Kalau Bupati kumpulkan 10 pengusaha lokal dan masing-masing siap berinvestasi minimal dua miliar rupiah saja menjadi awal yang baik untuk mendukung pembangunan di kawasan perbatasan itu,” katanya.

Konsorsium yang dimaksud, lanjut dia, untuk mendukung upaya Bupati Belu Willybrodus Lay menjadikan Atambua, ibu kota Kabupaten Belu, sebagai pusat festival nasional bagi Indonesia dan Timor Leste.

“Agar investasi bisa tumbuh, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membangun fasilitas perhotelan untuk menunjang pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Belu,” ujarnya.

Bupati Kabupaten Belu, Willybrodus Lay, secara terpisah mengatakan pihaknya sedang mendorong pengembangan Kota Atambua sebagai pusat festival nasional untuk Indonesia dan Timor Leste, karena letaknya yang berbatasan langsung.

“Kita sedang mengupayakan Atambua sebagai kota pusat festival yang dapat menarik perhatian masyarakat nasional maupun internasional. Namun, kendala yang kami hadapi saat ini soal infrastruktur dan fasilitas perhotelan yang masih minim,” katanya kepada Antara di Atambua, pekan lalu.

Hingga kini, Atambua belum memiliki hotel berbintang sehingga masih sulit berikan layanan memadai bagi pengunjung dalam jumlah besar.

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Disparekaf: Perlu Konsorsium untuk Bangun Kabupaten Belu