Maluku Tengah Butuh 10 Ton Gula Pasir

share on:
Ilustrasi stok beras - kedaide.com
Ilustrasi stok beras – kedaide.com

Ambon, Jubi – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Tengah membutuhkan 5 – 10 ton gula pasir guna menstabilkan harga jenis kebutuhan pokok masyarakat, yang pada awal pelaksanaan Bulan Suci Ramadhan melonjak mencapai Rp20.000/Kg.

“Stok gula pasir sebenarnya ada. Namun, para pedagang menaikkan harga sehingga membutuhkan penambahan agar tidak meresahkan masyarakat, terutama yang beragama Islam mengawali ibadah Puasa,” kata Kadis Perindag Maluku Tengah, Kace Pattiasina, dihubungi dari Ambon, Selasa (7/6/2016).

Kebutuhan gula pasir itu telah disampaikan kepada Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) yang ditunjuk Kementerian Perdagangan sebagai pemasok gula kristal putih, agar memasok kebutuhan pokok masyarakat tersebut ke Masohi, ibu kota kabupaten Maluku Tengah, dalam waktu dekat.

Begitu pula, berkoordinasi dengan Disperindag Maluku agar stok gula pasir yang bongkar di pelabuhan Yos Sudarso, kota Ambon, bisa disalurkan ke Masohi.

“Kami bila mendapatkan penyaluran gula pasir, maka berdasarkan koordinasi dengan Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal, perlu melaksanakan operasi pasar (OP),” ujar Kace.

OP dilaksanakan agar bisa menstabilkan harga gula pasir yang sebelumnya bervariasi Rp15.000 – Rp16.000/Kg.

Dia mengemukakan, tim pengawasan saat ini mengintensifkan pemantauan agar para pedagang tidak melakukan manipulasi harga yang berlebihan sehingga meresahkan masyarakat.

“Tim mengawasi stok maupun harga gula, agar tidak dimanfaatkan oknum pedagang dengan memanfaatkan kekurangan ketersediaan untuk menaikkan harga berlebihan,” kata Kace.

Dia mengemukakan, bila gula pasir yang dimintakan dari Disperindag Maluku dan PPI itu tiba di Masohi, maka dilakukan OP.

“Kami menginginkan umat Islam di Maluku Tengah tidak terganggu kesiapan Puasa dengan ketersediaan stok gula yang menipis sehingga dimanfaatkan oknum pedagang menaikkan harga,” tandas Kace. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Maluku Tengah Butuh 10 Ton Gula Pasir