Pengawasan dan Monitoring Perdagangan Satwa Diperketat

share on:
Ilustrasi - animals.id
Ilustrasi – animals.id

Jakarta, Jubi – Direktur Utama Animal Indonesia Suwarno mengatakan perdagangan satwa liar biasanya diorganisir oleh mafia atau kelompok kriminal yang beroperasi lintas negara karenanya pengawasan dan monitoring harus diperketat.

Suwarno di Jakarta, Selasa (7/6/2016), mengatakan laporan Badan Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Lingkungan Hidup (United Nations Enviroment Programs/UNEP) tahun 2014 menyebutkan bahwa perdagangan satwa liar biasanya diorganisir oleh mafia atau kelompok kriminal yang beroperasi lintas negara.

Mereka berhasil menarik banyak orang terlibat dengan iming-iming, untung yang tinggi, risiko rendah dan penegakan hukum yang lemah. Dan Suwarno mengatakan sepakat dengan pernyataan UNEP tersebut.

Dia mengatakan untuk penjualan nasional, Pulau Jawa adalah tujuan akhir. Tapi untuk ke luar negeri dari Sumatra, pedagang memilih jalur Riau menuju Singapura, Malaysia atau Vietnam.

Bisa juga melalui Kalimantan dan Sulawesi menuju Filipina. “Jaringan mereka memang rapi dan sulit dilacak”.

Permintaan dari negara-negara konsumen masih tetap tinggi sehingga menguras sumber daya yang ada di negara produsen yang mempunyai keanekaragaman hayati tinggi. Banyak aspek yang perlu terus dibenahi.

UNEP melihat masih diperlukannya banyak usaha di tingkat nasional untuk menanggulangi perdagangan kehidupan liar, termasuk menetapkan kebijakan yang kuat dan efektif, kampanye dan penyadaran, konservasi dan penegakan hukum yang efektif.

Direktur Eksekutif Yayasan KEHATI, MS Sembiring, mengatakan kejahatan terhadap perdagangan satwa liar ini adalah kejahatan serius.

Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2015, memperlihatkan 190 kasus terkait kejahatan satwa dan tumbuhan liar yang dilindungi.

Pada bulan Februari 2016, WWF-Indonesia juga mencatat terjadi 18 kejahatan satwa liar yang dilindungi, dan angka tersebut baru yang tercatat karena kasusnya diproses kepolisian.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pengawasan dan Monitoring Perdagangan Satwa Diperketat