Warga Tak Tahu Ada WNA Ilegal di Pulau Raam

share on:
Kawasan wisata pulau Raam, Kota Sorong, Papua Barat - Jubi/jalan2.com
Kawasan wisata pulau Raam, Kota Sorong, Papua Barat – Jubi/jalan2.com

Sorong, Jubi – Warga pulau Raam, Kota Sorong, Papua Barat, Dominggus Rawar mengaku tidak mengetahui ada WNA ilegal di pulau yang dikenal dengan oknum pelaku penangkapan ikan dengan bahan peledak itu.

Hal itu tak diketahuinya karena keseharian Dominggus di laut sebagai nelayan lokal di pulau dengan sebutan pulau buaya tersebut.

“Saya tidak tahu informasi itu,” katanya kepada Jubi di Sorong, Senin (6/6/2016).

Informasi yang dihimpun Jubi menyebutkan sebanyak 15 WNA asal Filipina yang diduga tanpa dokumen imigrasi atau ilegal tinggal di Pulau Raam. WNA ilegal itu diduga dikontrak salah satu perusahaan ikan yang mempekerjakan mereka sebagai nelayan.

Kepala Kelurahan Pulau Raam, Abud Bafadal yang dikonfirmasi di Sorong, Senin (6/6/2016) membenarkan di pulau tersebut terdapat sebanyak 15 orang warga negara Filipina.

“Belasan warga Filipina itu bekerja sebagai nelayan di perusahaan ikan milik salah seorang warga setempat,” katanya.

Menurut dia, keberadaan belasan warga asal Filipina tersebut sudah cukup lama bahkan sebelum dirinya menjabat sebagai lurah dari kawasan tersebut.

Data yang dihimpun Jubi dari warga dan RT setempat menyebutkan sebagian warga Filipina tersebut sudah memiliki dokumen imigrasi, sedangkan sebagian lainnya belum memiliki dokumen resmi.

“Kami sudah mendata 15 warga asal Filipina yang bekerja sebagai nelayan di pulau Ram tersebut guna ditindaklanjuti ke instansi-instansi terkait,” katanya.

Menurut dia sejauh ini belum ada laporan belasan warga Filipina tersebut melakukan aktivitas penangkapan ikan dengan bahan peledak atau bahan berbahaya lainnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Warga Tak Tahu Ada WNA Ilegal di Pulau Raam