Rakyat Jalur Gaza Sambut Ramadhan Ditengah Resesi Ekonomi Parah

share on:
Ilustrasi pasar di Gaza - irinnews.org
Ilustrasi pasar di Gaza – irinnews.org

Kota Gaza, Jubi – Bulan suci Ramadhan adalah masa pesta spiritual dan kesempatan bagi anggota keluarga untuk berbagi makanan berbuka, tetapi bagi banyak warga Jalur Gaza Ramadhan tahun ini berisi aroma kemiskinan.

Sekalipun pasar umum Az-Zawya di pusat Kota Gaza dipenuhi orang yang datang untuk berbelanja persiapan puasa, seorang pedagang buah, misalnya, tidak sepenuhnya puas karena lemahnya daya beli masyarakat.

Pedagang buah yang berusia 64 tahun itu mengeluh karena harga buah dan barang lain seperti produk makanan, kurma dan produk susu pada hari pertama Ramadhan tidak menguntungkan.

Sebabnya karena ekonomi memburuk dan tingginya angka pengangguran serta kemiskinan di Jalur Gaza, berpenduduk sekitar dua juta jiwa.

Karena memahami kondisi hidup yang sulit, bukan hanya Al-Bitar, tapi semua pedagang lain yang menjual berbagai jenis produksi di pasar Jalur Gaza pada awal pekan ini mengumumkan potongan harga.

“Bahkan kampanye penjualan tidak membantu meningkatkan dan mendorong daya beli di pasar,” kata Al-Bitar, sebagaimana dikutip Xinhua–yang dipantau Rabu (8/6/2016).

Ia menambahkan, “Rak di toko dipenuhi demikian banyak produk, tapi masalahnya ialah rakyat tak memiliki cukup uang untuk membeli semua yang mereka perlukan bulan ini.”

Saeed Taleb, seorang pembeli disatu pasar Jalur Gaza, mengatakan kepada Xinhua bahwa “kondisi ekonomi sangat berat, dan blokade Israel telah membuat keadaan bertambah buruk sebab telah membantu meningkatkan angka pengangguran dan kemiskinan”.

Pada 2006, Israel memberlakukan blokade atas Jalur Gaza, dan pada 2007, Israel memperketat blokade setelah Gerakan Perlawanan Islam (HAMAS) dengan cara kekerasan mengambil-alih kekuasaan atas wilayah itu.

Blokade tersebut beberapa kali dihentikan, tapi tak pernah dicabut.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Rakyat Jalur Gaza Sambut Ramadhan Ditengah Resesi Ekonomi Parah