Fosil Manusia Purba Flores Belum Diberi Nama

share on:
 Ilustrasi Homo Floriesiensis - history1978.wordpress.com
Ilustrasi Homo Floriesiensis – history1978.wordpress.com

Bandung, Jubi – Fosil manusia purba pertama dan tertua di Cekungan Soa, Kabupaten Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur, oleh Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, dan salah satu perguruan tinggi terkemuka di Australia, hingga saat ini belum diberi nama.

“Kita tidak akan gegabah memberi nama untuk fosil ini karena butuh data yang lengkap. Tapi berdasarkan data fosil gigi jenisnya jelas manusia/Homo Sp. Namanya apakah nanti Mata Menge kita pikirkan belakangan,” kata Peneliti dan Ahli Vertebrata Museum Geologi Fachroel Aziz, di Bandung, Rabu malam (8/6/2016).

Tim peneliti, lanjut Fachroel, masih meneliti kemungkinan apakah fosil manusia purba tersebut ada kaitannya dengan Homo floresiensis karena ukurannya yang sama-sama kecil.

Menurut dia ditemukannya alat-alat batu atau artefak yang berumur sekitar satu juta tahun lalu di Cekungan Soa, Flores NTT ini, menunjukkan bahwa manusia purba di wilayah tersebut sudah bisa melakukan komunikasi.

“Kita tahu bahwa daerah Flores ini terisolir dari daratan Sunda dan Australia, tapi di sana ada artefak. Sehingga temuan ini saya kira bisa mengubah (pengetahuan) tentang manusia purba” ujarnya.

Sementara itu Peneliti dari Universitas Walonggong, Australia, Gert Van den Bergh, menambahkan bahwa fosil ini bisa dikatakan sebagai fosil-fosil manusia purba yang sangat mirip Homo floresiensis.

“Tapi karena jumlah fosil terbatas dan ada gigi dan potongan geraham rahang bawah dan pecahan tengkorak. Sehingga kita berharap bisa menemukan fosil lainnya. Tapi kita belum bisa bilang ini Homo floreseinsis,” kata dia.

Menurut dia seluruh dunia akan tertarik dengan temuan fosil manusia purba ini ini karena bisa mengubah sudut pandang tentang terori manusia purba di Indonesia, bahkan di dunia.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Fosil Manusia Purba Flores Belum Diberi Nama