Kawasan CAS akan Diberi Police Line

share on:
Bupati Jayapura Matius Awoitau - Jubi/Engel Wally
Bupati Jayapura Matius Awoitau – Jubi/Engel Wally

Sentani, Jubi – Kawasan Cagar Alam Siklop (CAS) sebagai penyangga dan penyuplai air bersih di Jayapura dalam waktu dekat diberi garis polisi (police line) untuk membatasi aktivitas warga yang bermukim di kaki pegunungan tersebut.

Bupati Jayapura Matius Awoitau mengatakan garis polisi itu berupa tanaman-tanaman, seperti cengkeh, vanili dan beberapa jenis rempah-rempah yang ditanam dari bagian barat hingga timur. Penanaman, pemeliharaan dan pengelolaannya pun akan melibatkan masyarakat.

“Dalam waktu dekat ada tim yang menyurvei ke lokasi lalu sosialisasi dilakukan secara umum agar semua pihak dapat terlibat dalam proses ini. Selain membuka lahan pekerjaan, juga secara bersama-sama menjaga kawasan CAS menjadi sumber air bersih bagi masyarakat di kota,” katanya di Sentani, Kamis (9/6/2016).

Pemkab Jayapura juga akan mendatangkan peneliti dari Jerman untuk meneliti semua jalur sungai yang bermuara ke danau Sentani. Hampir semua sungai yang bermuara ke danau tersebut mengalami kekeringan. Oleh karena itu, akan diteliti peneliti dari Jerman.

Tokoh masyarakat yang bermukim di kawasan CAS Jayapura Tonny Felle mengatakan kekurangan debit air di tiap sungai besar dan kecil yang bermuara ke danau Sentani karena perambahan hutan yang tak terkendali.

Menurut dia kawasan CAS hanya bisa diperbolehkan untuk melakukan aktivitas penelitian. Selain aktivitas tersebut sangat dilarang untuk melakukan aktivitas lain di kawasan cagar alam, apalagi penebangan liar. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Kawasan CAS akan Diberi Police Line