Pemerintah Diingatkan Peduli Masyarakat Yang Butuh Bantuan Usaha

share on:
Ilustrasi Ekonomi Kerakyatan - Jubi/Doc
Ilustrasi Ekonomi Kerakyatan – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Anggota Komisi II DPR Papua bidang Ekomoni, Nikius Bugiangge mengingatkan Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Papua peduli pada masyarakat, terutama orang asli Papua yang ingin mengembangkan ekonomi kerakyatan dan butuh bantuan usaha dari pemerintah.

Ia mengatakan, tak hanya masyarakat yang ingin bergerak di dunia usaha, namun juga di bidang lain semisal perkebunan, pertanian, perikanan dan lainnya.

“Dalam hearing komisi yang kami lakukan di berbagai wilayah terutama di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, dan Keerom, kendala yang dialami masyarakat hampir sama. Masalah modal,” kata Nikius kepada Jubi, Rabu (8/6/2016).

Menurutnya, banyak masyarakat asli Papua yang ingin berdagang tapi tak memiliki modal usaha. Ada juga yang ingin bertani, beternak, berkebun dan lainnya, namun tak memiliki bibit. Mereka tak punya modal cukup untuk membeli bibit yang dibutuhkan.

“Modal menjadi penghambat utama orang asli Papua untuk memulai atau mengembangkan usahanya di berbagai sektor. Ini yang harus disikapi pemerintah,” ujarnya.

Hal yang sama dikatakan anggota Komisi II DPR Papua lainnya, Mustakim. Menurutnya, jika memungkinkan pemerintah memfasilitasi atau berkoordinasi dengan pihak bank agar jika ada orang asli Papua yang ingin meminjam kredit untuk pengembangan ekonomi kerakyatan, persyaratannya tak dipersulit.

“Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus mendukung masyarakat yang ingin mandiri dan berusaha dalam bidang apapun. Apakah ekonomi kerakyatan, pertanian, perkebunan, peternakan dan lainnya,” kata Mustakim.

Katanya, selain membantu apa yang dibutuhkan masyarakat ketika akan memulai atau mengembangkan usahanya, pemerintah juga perlu memberikan pendampingan atau pembinaan sesuai sektor usaha yang digeluti masyarakat. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pemerintah Diingatkan Peduli Masyarakat Yang Butuh Bantuan Usaha