Breadtalk Menolak Bayar Pajak Restoran

share on:
Ilustrasi
Ilustrasi

Jayapura, Jubi – Toko waralaba Breadtalk yang ada di Mal Jayapura, Kota Jayapura, menolak membayar pajak restoran yang menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sejak 2013.

“Breadtalk itu adalah satu usaha jenis jasa boga yang di dalam UU Nomor 28 Tahun 2009 yang mengatur salah satu objek pajak restoran adalah jasa boga,” kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Jayapura Fachruddin Pasolo kepada Antara di Jayapura, Jumat (10/6/2016).

“Maka kita telah memanggil dari awal untuk membayar pajak, tapi dengan berbagai alasan mengatakan bahwa dia itu membayar PPN yang merupakan pajak pusat,” lanjutnya.

Dispenda telah berulang kali menyurat kepada manajemen tempat usaha tersebut, namun tidak pernah ada respons yang baik sehingga penyegelan yang dilakukan Kota Jayapura pada 9 Juni 2016 dianggap tepat karena ada beberapa masalah lain yang mereka abaikan.

“Kita sudah kasih peringatan secara terus-menerus, secara kebetulan dia juga pelanggaran kehigienisan dan itu menurut Balai POM,” katanya.

Pasolo pun menyatakan, bila Breadtalk ingin tetap menjalankan usahanya di Kota Jayapura, maka harus terlebih dahulu membayar tunggakan pajak yang terhitung sejak 2013.

“Kita tinggal hitung daily report-nya, berapa pemasukan per bulan. Pajak itu sifatnya paksa yang merupakan iuran kepada pemerintah daerah berdasarkan peraturan daerah, tidak ada jasa baliknya dan digunakan untuk membiayai pembangunan. Jadi harus bayar,” katanya.

Ia pun memandang kehadiran perusahaan waralaba tingkat nasional tersebut tidak memberikan kontribusi yang signifikan bagi masyarakat Kota Jayapura, baik dari sisi ekonomi ataupun tenaga kerja.

“Saya mau bilang Breadtalk ini kalau tutup kita tidak rugi, karena dia menghadirkan kompetisi yang ketat, produk-produk lokal tidak bersaing dengan dia,” katanya.

“Dari sisi tenaga kerja, dia pakai orang Papua siapa di situ, jadi dari segala aspek tidak menguntungkan dan ini bukan produk satu-satunya. Jadi kalau dia tidak ada masih ada produk lainnya,” katanya. (*)

 

 

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Breadtalk Menolak Bayar Pajak Restoran