Djoko Susilo : Saya Tak Menghancurkan, Tolong Jubi Benar Jujur Bicara

share on:
Pelatih Djoko Susilo saat masih bersama tim PON Papua di Lapangan Volta PLN-Jubi/dok
Pelatih Djoko Susilo saat masih bersama tim PON Papua di Lapangan Volta PLN-Jubi/dok

Jayapura, Jubi – Tim PON Papua dua kali juara, pertama Oktober 2015 di Stadion Mandala juara wilayah 6 tetapi dibatalkan karena Kemenpora tidak mengakui hasil tersebut. Barulah pertandingan Pra PON di Jawa Barat, Maret 2016 dengan persiapan minim, Papua kembali meraih kemenangan sempurna dan lolos ke PON Jawa Barat. Termasuk mengalahkan Persipura dalam laga uji coba dengan skor tipis 2-1.

“Saya tidak menghancurkan tim PON Papua. Apa  ada dugaan tim Papua dibantu wasit selama Pra PON.  Kami punya rekaman pertandingan, bahkan ada gol tercepat. Tolong Jubi benar-benar jujur bicara,” kata mantan pelatih Kepala Persiwa dalam pesan singkatnya kepada Jubi, Senin(13/6/2016).

Dia menambahkan tidak sependapat kalau dianggap mau menghancurkan tim PON Papua sebab buktinya lolos ke PON XIX Jawa Barat.

”Apa buktinya saya mau hancurkan PON Papua karena pernyataan menyeleamatkan PON Papua? Menyelamatkan dari apa? Kita  lolos 2 kali Pra PON dan peningkatan fisik pemain bagus. Jadi apa yang mau diselamatkan?” tanya mantan Pelatih Kepala Semen Padang ini.

Terus terang, Djoko sangat terharu karena seluruh pemain mengantarkannya berangkat ke Bandara Sentani. “Pesan saya tolong jaga psikologi anak-anak sepak bola PON Papua,” katanya.

Kapten tim PON Papua, Marcho mengaku semua pemain mengantar coach Djoko Susilo ke Bandara Sentani.

”Kami akan selalu mengingat semua materi sepak bola yang pernah diajarkan oleh coach Djoko,” katanya sedih saat dihubungi Jubi, Senin (13/6/2016).

Sementara itu Daniel Womsiwor eks pelatih fisik PON 2012 dalam pesan singkatnya kepada Jubi mengatakan bangga karena Crist Leo Yarangga menjadi pelatih kepala orang asli Papua.

“Chris adalah peraih medali emas PON XIII lalu, masuk Persipura dan akhirnya jadi asisten pelatih Persipura,” katanya.

Lanjutnya, Christ menggantikan Djoko Susilo sebagai pelatih itu hal yang biasa dan mungkin antara Djoko dan Chris tak masalah.

“Tetapi apakah penggantian itu berdasarkan  hasil evaluasi antara Asprov PSSI Papua dan Satgas KONI Papua. Yang saya khawatir soal periodisasi dari Djoko dan Satgas dengan tujuan Asprov PSSI Papua mencoret Djoko,” kata Wimsiwor.

Pasalnya kata dia berdasarkan data periodik, coach Djoko dua kali loloskan tim PON Papua baik Pra PON di Jayapura maupun tanding ulang di Jawa Barat.

”Dan waktu tinggal tiga bulan terus Djoko tidak gagal. Seharusnya  periodisasi tim jangan diestafetkan  karena faktor psikologi pemain bisa turun naik, antara lepas Djoko dan terima Christ. Kita harus akui bahwa secara mental atlet Papua masih lemah,” katanya mengingatkan.

Ketua umum asosiasi provinsi (Asprov) PSSI Papua Benhur Tomi Mano telah menunjuk Chris Leo Yarangga sebagai pelatih tim PON menggantikan Joko Susilo. Pergantian ini sebagai proyek jangka panjang Chris menuju kursi pelatih Persipura Jayapura. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Djoko Susilo : Saya Tak Menghancurkan, Tolong Jubi Benar Jujur Bicara