Pendidikan Karakter dan Moral Harus Dipertahankan

share on:
SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Moanemani, Dogiyai - Jubi/Agus Tebai
SMP YPPK Santo Fransiskus Asisi Moanemani, Dogiyai – Jubi/Agus Tebai

Dogiyai, Jubi – Ciri khas pendidikan Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Papua, yaitu, pendidikan karakter dan pendidikan moral diminta tetap dipertahankan.

Berhasil atau tidaknya peserta didik tidak hanya ditentukan oleh nilai rapor, tetapi juga karakter dan moral yang baik.

Hal itu dikatakan Wali Kelas III SMP YPPL Santo Fransiskus Asisi Moanemani, Dogiyai, Yohanes Paembonan, saat perpisahan dan syukur kelas III SMP tersebut, Sabtu (12/6/2016).

“Sebelumnya jumlah siswa yang masuk pada kelas sekitar 112 orang, tetapi yang ikut ujian hanya 60 orang saja. Sekitar 52 orang yang keluar ini sering beralasan berhubungan dengan kedisiplinan sekolah yang cukup ketat,” katanya.

Ia mengaku dari 60 siswa/i yang mengikuti ujian kali lalu dinyatakan lulus 100 persen. Oleh karena itu, jika mereka sudah memasuki pendidikan tinggi dan selesai harus pulang untuk membangun daerahnya.

Orangtua siswa Martinus Goo mengapresiasi kepada guru-guru SMP YPPK Moanemani yang telah membentuk anak-anaknya menjadi manusia yang berkhawalitas. Mereka pun dinyatakan lulus ujian akhir nasional berkat didikan para guru tersebut.

“Kami hanya mengucapkan sangat berterima kasih kepada guru-guru, yang telah membina kami selama tiga tahun lamanya di sekolah ini,” katanya. (Agus Tebai)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pendidikan Karakter dan Moral Harus Dipertahankan