Mahasiswa Vanuatu di PNG Ditarik Pulang

share on:
Mahasiswa di Goroka yang terluka dari bentrokan antar mahasiswa - RNZ
Mahasiswa di Goroka yang terluka dari bentrokan antar mahasiswa – RNZ

Jayapura, Jubi – Mahasiswa asli dari Vanautu atau “Ni-Vanuatu” yang sedang menjalankan pendidikannya di beberapa universitas di Papua Nugini meminta pemerintahnya untuk memulangkan mereka. Permintaan itu berujung dari kerusuhan antar mahasiswa yang terus berlangsung.

Seorang juru bicara untuk 41 orang asli Vanuatu yang belajar di tiga universitas PNG meminta pemulangan mereka itu melalui Facebook dari Universitas Goroka. Ia mengatakan sangat mengkuatirkan keselamatan para mahasiswa itu.

Seorang mahasiswa mengatakan bentrokan antara mahasiswa dari Chimbu dan Hagen di kompleks universitas menyebabkan lebih dari 50 mahasiswa dilarikan ke rumah sakit dan mereka merasa keberadaannya tidak aman di kampus.

Sebanyak 21 mahasiswa Vanuatu sedang belajar di Universitas Goroka, 5 di Universitas Papua Nugini, 9 di Univesitas Lae Technical dan 6 di Institute Medical Papua Nugini.

Pejabat Direktur Luar Negeri Yvon Basil mengatakan Dewan Menteri menggelar pertemuan pada Rabu (15/6/2016) untuk memutuskan pengambilan langkah terbaik.

Sehari Berkabung

Mahasiswa di Universitas PNG menghabiskan sepanjang hari Selasa untuk berduka atas insiden penembakan pada pekan lalu.

Puluhan mahasiswa dirawat di rumah sakit setelah polisi menembaki mahasiswa di kampus Waigani UPNG saat mereka berbaris untuk melakukan reli ke kantor parlemen yang bertujuan mendukung mosi tidak percaya kepada Perdana Menteri Peter O’Neill.

Wartawan RNZ melaporkan meskipun ruang kelas dibuka pada Selasa itu, tidak ada seorangpun mahasiswa yang menghadiri kelas. Beberapa mahasiswa mengatakan ragu untuk mesuk kelas.

Beberapa mahasiswa melumuri wajah dan tubuh mereka dengan lumpur dan berkumpul di tempat pertemuan terbuka di kampus itu sebagai tanda penghormatan bagi mahasiswa yang terluka.

Dewan kampus UPNG peroleh perintah dari pengadilan pada pekan lalu untuk menghalangi mahasiswa melakukan tindakan yang “bertentangan dengan pendaftaran mereka”, melarang mereka membuat aksi protes lagi.

Ketua Dewan UPNG, Nicholas Mann mengatakan setiap mahasiswa yang melanggar perintah pengadilan akan ditangani sesuai peraturan yang berlaku.

Sambutan Dewan Universitas PNG itu disambut dengan membentuk komisi penyelidikan kerusuhan.

Nicholas Mann mengatakan, pihak universitas telah kehabisan semua kekuatan selama lima minggu terakhir untuk mengontrol mahasiswa untuk menangani situasi tersebut. Ia mengatakan para mahasiswa sudah berjalan terlalu jauh. Dewan UPNG mengimbau agar aktivitas kampus kembali berjala normal.

Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas juga menyambut penyelidikan tersebut namun tapi mereka menginginkan agar itu dilakukan oleh sebuah badan independen. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Mahasiswa Vanuatu di PNG Ditarik Pulang