Istri Penyerang Klub Gay di Orlando Terancam Didakwa

share on:
Pelaku peembakan massal Orlando, Omar Mateen - newsrescue.com
Pelaku peembakan massal Orlando, Omar Mateen – newsrescue.com

Orlando, Florida/Washington, Jubi – Dewan juri federal mempertimbangkan untuk menjerat istri pembunuh 49 orang di klub gay di Orlando ke pengadilan, dakwaan terhadapnya akan dinyatakan Rabu mendatang, kata sumber di kalangan penegak hukum.

Menurut sumber tersebut, Noor Salman, istri pelaku penembakan bernama Omar Mateen, sebenarnya mengetahui rencana suaminya untuk melakukan penembakan massal.

Insiden itu sendiri menjadi kasus penembakan massal dengan jumlah korban tewas terbanyak sepanjang sejarah modern Amerika Serikat.

“Tampaknya ia (Noor Salman, red) mengetahui apa yang terjadi,” kata Senator AS Angus King ketika mendapat paparan soal serangan itu.

King adalah anggota Komite Intelijen Senat AS.

Salman sedang bersama Mateen ketika suaminya itu mengemukakan rencana untuk menetapkan target-target serangan pada dua bulan lalu, termasuk ke taman ria Disney World pada April, daerah pertokoan Disney Springs dan klub malam Pulse pada awal Juni, demikian dilaporkan CNN dan NBC.

Mateen tewas ditembak oleh polisi setelah penyanderaan berlangsung selama tiga jam di kelab Pulse pada Minggu dini hari. Ia sebelumnya menelepon nomor darurat, 911, ketika sedang melakukan penembakan massal untuk menyatakan kesetiaan kepada berbagai kelompok Islam militan.

Para penyelidik federal mengatakan, kemungkinan dia telah meradikalisasi diri dan tidak ada bukti bahwa dia mendapat perintah ataupun bantuan dari kelompok-kelompok di luar seperti ISIS.

Mateen, warga negara Amerika Serikat berusia 29 tahun, lahir di New York dari orang tua imigran asal Afghanistan dan pernah bekerja sebagai penjaga keamanan.

“Ia terlihat marah, terganggu, anak muda tidak stabil yang menjadi radikal,” kata Presiden Barack Obama kepada para wartawan.

Mateen melakukan aksi ganasnya secara sistematis. Ia menyusuri kelab yang penuh dengan orang-orang, yang sudah tersungkur. Ia tampak ingin memastikan bahwa mereka mati, kata Angel Colon, korban luka yang masih hidup.

Ibu Salman, Ekbar Zahi Salman, tinggal di kompleks warga kelas menengah di kota pinggiran, Rodeo, California.

Seorang tetangga mengatakan Noor Salman hanya satu kali pernah mengunjungi ibunya setelah ia menikah dengan Mateen.

Ibu Noor Salman “tidak terlalu menyukai (Mateen). Ia (Mateen) tidak membolehkan (Noor) datang ke sini,” kata tetangga bernama Rajinder Chahal.

Mantan istri Mateen, Sitora Yusufiy, mengatakan bekas suaminya itu memiliki banyak hal yang tidak diceritakan kepada keluarganya, seperti kebiasaan minum alkohol dan pergi ke klub-klub malam.

“Dia memiliki sisi lain yang tidak bisa ia ungkapkan kepada ayahnya,” kata Yusufiy kepada CNN. “Saya tidak kaget kalau ada kemungkinan ia gay.”

Yusufiy sebelumnya mengatakan bahwa Mateen secara mental tidak stabil. Ia mengaku pernah dipukul Mateen. Dia meninggalkan rumah setelah menjalin pernikahan dengan Mateen selama empat bulan.(*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Istri Penyerang Klub Gay di Orlando Terancam Didakwa