Lagu “Yamewero ho ho “ Iringi Demo KNPB di Pertigaan Lampu Merah Abepura

share on:
Batalion Kasuari pimpinan Ferry Awom saat menyerahkan senjata kepada Panglima Kodam XVII Cednerawasih Brigjen TNI Acub Zainal di Lapangan Borasi, Manokwari 1972-Jubi/Ist
Batalion Kasuari pimpinan Ferry Awom saat menyerahkan senjata kepada Panglima Kodam XVII Cednerawasih Brigjen TNI Acub Zainal di Lapangan Borasi, Manokwari 1972-Jubi/Ist

Jayapura, Jubi- Ada lagu Yamewero yang diputar para pendemo di tape mobile  terdengar keluar dari pengeras suara di  atas mobil pick up. Saat berlangsungnya demo rakyat Papua yang dikoordinir Komite Nasional Papua Barat(KNPB) di pertigaan lampu merah Abepura, Rabu (15/6/2016) pukul 10.30 WP  di Kota Jayapura. Mereka dihadang tak boleh ke Kantor DPR Papua sehingga berorasi di lokasi tersebut.

Sambil berorasi ada syair dan lagu tersebut terus diputar,

Pada Tahun 65, 28 Juli
Markas Arvai dibongkar oleh laskar Papua
.Kami tentara sapu rata
Batalion Kasuari
Berjanji tetap berjuang sampai akhir merdeka….

Yamewro….ohoh yamewero yamewero yamere  (Sa tidak mau jadi budak)
Yananke yanan bayo.. (Sa makan kah tidakah)
Yinemke ,…. yinembayo (sa minunkah tidak kah)
Ya marisen yo resro mangun aya ( yang penting sa berdiri sendiri)

Mungkin bagi semua orang yang lalu lalang di sekitar lokasi demo tak mengerti dan memahami apa arti lagu yang telah didendangkan di atas mobil pick up tersebut. Lagu ini sekitar 1965 an sampai 2000 sangat dilarang di Tanah Papua. Lagu ini dianggap dianggap berbau anti penjajahan terhadap penindasan terhadap orang Papua.Tak heran kalau pemerintah Indonesia sangat melarang lagu ini dinyanyikan .

Lagu ini sangat  populer saat Ferry Awom memimpin anak buahnya menyerang markas Arvai pada 28 Juli 1965. Ketika itu pertama kali perjuangan Papua bersenjata mulai muncul di Manokwari. Ferry Awom pentolan tentara Papua Belanda bersama anak buahnya melakukan perang gerilya di hutan-hutan Manokwari dan sekitarnya.

Ferry Permenas Awom dan Brigjend TNI Acub Zainal berbincang usai penyerahan diri Awom dan kawan-kawan-Jubi/Ist
Ferry Permenas Awom dan Brigjend TNI Acub Zainal berbincang usai penyerahan diri Awom dan kawan-kawan-Jubi/Ist

Barulah pada 1972 mereka menyerahkan diri di Lapangan Borarsi Manokwari dan diterima langsung oleh Pangdam XVII Cenderawasih mendiang Brigjen TNI Acub Zainal.

Jurnalis asal Belanda Dirk Vlasblom dalam bukunya berjudul Papoea, een geschiedenis, Amsterdam 2014 saat itu mewawancarai Acub Zainal dikediamannya seputar tokoh Ferry Awom usai menyerahkan diri.

Dalam buku itu Acub Zainal menuturkan Ferry Awom seorang gentleman karena saat menyerahkan senjata revolver masih utuh lengkap dengan peluru. “Seandainya kalau dia menembak saya saat itu bisa saja dilakukan tetapi tidak,” kata Brigjend Purn mendiang Acub Zainal dalam buku karya jurnalis Belanda yang bertugas di Jakarta beberapa waktu lalu.

Dalam buku itu Acub Zainal menjelaskan semua informasi tentang Ferry Awom dan anak buahnya.

Buku Karya Jurnalis Belanda soal Papua termasuk wawancara dengan Acub Zainal-Jubi/Ist
Buku Karya Jurnalis Belanda soal Papua termasuk wawancara dengan Acub Zainal-Jubi/Ist

Setelah Ferry Awom dan kawan-kawannya menyerahkan diri, sebagian anak buahnya direkrut masuk menjadi anggota TNI, sedangkan Ferry Awom sendiri hilang entah ke mana. Salah seorang pejuang Papua, Filep Karma pernah mengatakan kalau Ferry Awom sudah meninggal di manakah pusaranya.

Pemberontakan pertama di Arfai akhirnya pindah ke hutan perbatasan Papua New Guinea di bawah kendali Zeth Roemkoren pentolan Pusat Pendidikan Infantri di Bandung dengan pangkat terakhir Kapten TNI Zeth Roemkorem ke hutan. Bahkan putra pejuang Republik Indonesia ini Major Laut Tituler Lukas Roemkoren  memproklamirkan kemerdekaan Papua Barat pada 1 Juli 1971 di Markas Victoria.

Kini perjuangan bersenjata telah berakhir dan jalan damai mulai ditempuh dengan dialog maupun demo damai. Pertemuan tim seratus dengan Presiden BJ Habibie, berakhir dan Habibie berpesan kembali dan renungkan permintaan kemerdekaan Papua Barat. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Lagu “Yamewero ho ho “ Iringi Demo KNPB di Pertigaan Lampu Merah Abepura