Legislator MInta Sekolah Tak Tahan Ijazah Siswa

share on:
Ilustrasi - jatengterkini.com
Ilustrasi – jatengterkini.com

Sampit, Jubi – Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah Rimbun meminta kepada semua pihak sekolah yang ada di daerah itu untuk tidak menahan apalagi sampai memungut (biaya) dalam pengambilan ijazah.

“Pengambilan ijazah siswa yang telah dinyatakan lulus harus gratis karena tidak ada aturan yang harus menebus dengan sejumlah uang,” katanya di Sampit, Kamis (16/6/2016).

Rimbun juga meminta siswa atau wali murid untuk melapor ke DPRD jika ada pihak sekolah yang menahan ijazah maupun melakukan pungutan.

Pungutan pengambilan ijazah tentunya akan membebani para wali murid, untuk itu ijazah harus dibagikan secara gratis.

Rimbun mengaskan, pihak sekolah tidak dibenarkan melakukan pungutan dalam pengambilan ijazah, apapun itu namanya, baik dalam bentuk sumbangan sukarela maupun biaya administrasi.

Dia mengatakan, ijazah sangat penting bagi siswa yang telah dinyatakan lulus karena sebagai bukti bagi yang akan melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

“Kondisi ekonomi masyarakat kita saat ini memang benar-benar sulit. Jadi jangan lagi dibebani dengan biaya pengambilan ijazah, sebab setelah lulus, anak mereka akan masuk ke sekolah atau perguruan tinggi, dan itu memerlukan biaya yang lebih besar lagi,” katanya.

Rimbun meminta kepada pemerintah Kotawaringin Timur untuk melakukan pengawasan agar tidak ada sekolah yang melakukan pungutan.

“Untuk menghindari disebut melakukan pungutan biasanya pihak sekolah memberlakukan sumbangan sukarela, hal itu yang sulit kita menjeratnya,” ucapnya.

Rimbun mengatakan, sesuai aturan segala pungutan liar di sekolah negeri itu dilarang, terutama di SD dan SMP.

Larangan pungutan ini sudah tertuang dalam Permendikbud Nomor 60 Tahun 2011 tentang Larangan Pungutan Biaya Pendidikan di SD dan SMP. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Legislator MInta Sekolah Tak Tahan Ijazah Siswa