Pansus DPRP Prioritaskan Tuntaskan Masalah di RSUD Dok II

share on:
Tim Pansus RSUD Dok II DPR Papua, Maria Duwitau, Jack Kamasan Komboy, Ignasius W Mimin - Jubi/Arjuna
Tim Pansus RSUD Dok II DPR Papua, Maria Duwitau, Jack Kamasan Komboy, Ignasius W Mimin – Jubi/Arjuna

Jayapura, Jubi – Panitia Khusus (Pansus) RSUD Dok II Jayapura memprioritaskan penuntasan berbagai permasalahan di rumah sakit milik Pemprov Papua itu, diantaranya listrik dan air.

Ketua Pansus RSUD Dok II, Jack Kamasan Komboy mengatakan, pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan manajemen RSUD Dok II diantaranya kepala bagian instalasi, bagian fasilitas dan juga Sumber Daya Manusia (SDM). Salah satu hal yang dianggap penting diselesaikan di RSUD Dok II yakni terkait listrik dan air. Dua hal ini yang masih menjadi masalah klasik.

“Laporan ke kami, banyak peralatan rusak. Kami lihat alat-alat yang mahal dan dibeli dengan APBD itu rusak karena tegangan listrik yang tak stabil. Selain itu masih banyak pasien atau keluarga pasien yang membawa air dari rumah. Ini prioritas kami. Bagaimana masalah ini diselesaikan,” kata Ketua Pansus RSUD Dok II, Jack Kamasan Komboy, Kamis petang (16/6/2016).

Menurutnya, alasan pihak rumah sakit, masalah air lantaran adanya penyambungan liar yang dilakukan warga sekitar. Padahal air itu dikhususkan untuk RSUD Dok II. Pansus berupaya ada solusi agar daya listrik bisa stabil dan air bisa memenuhi kebutuhan di RSUD Dok II.

“Kami berencana akan mengundang pihak PLN dan PDAM untuk mencari solusi masalah listrik dan air di RSUD Dok II. Semoga kami bisa memberikan solusi untuk berbagai masalah di RSUD Dok II,” katanya.

“Kalau dari kepegawaian terjadi penumpukan pegawai administrasi. Data antar bidang SDM dan Keperawatan berbeda. Ini terkesan lucu karena tak konek padahal mereka sama-sama di RSUD Dok II. Makanya kami minta mereka duduk bersama menyamakan data,” ucapnya.

Padahal kata Jack, yang dibutuhkan adalah tenaga medis dan perawat. Namun kondisinya berbeda. Lebih banyak pegawain non medis. Tahun ini biaya untuk aparatur RSUD Dok II diperkirakan mencapai Rp95 miliar.

Hal yang sama dikatakan anggota Pansus RSUD Dok II, Maria Duwitau. Katanya, dengan dibentuknya Pansus RSUD Dok II diharapkan bisa memperbaiki pelayanan di rumah sakit itu. Begitu juga dengan dilakukannya pergantian direktur beberapa waktu lalu.

“Semua harus diperbaiki. Semua masalah ini berawal dari manajemen. Dirut baru, semoga bisa memperbaiki seluruh manajemen di rumah sakit agar bisa memberikan pelayanan maksimal,” kata Maria.

Sementara Sekretaris Pansus RSUD Dok II, Ignasius W Mimin mengatakan, Pansus bukan untuk menghakimi, namun untuk menyelesaikan masalah.

“Bagaimana hal salah dibenahi agar bisa lebih baik ke depan. Jangan sampai kami disebut menghakimi. Kami bukan jaksa atau penyidik polisi. Tujuan Pansus itu untuk memperbaiki kondisi yang ada kini dan dianggap tak maksimal dalam pelayanan kepada masyarakat,” kata Mimin. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Pansus DPRP Prioritaskan Tuntaskan Masalah di RSUD Dok II