Anggota MRP Ini Bantah Sebut Laki-Laki Papua Harus Berpoligami

share on:
Anggota MRP Pokja Perempuan, Ciska Abugau - Jubi/Abeth You
Anggota MRP Pokja Perempuan, Ciska Abugau – Jubi/Abeth You

Jayapura, Jubi – Anggota Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP), Ciska Abugau membantah informasi yang beredar di salah satu laman blogspot yang menyebutkan laki-laki Papua harus berpoligami.

Pasalnya, tahun 2012, ketika mengikuti wisuda IPDN di Bandung, Jawa Barat, ia mengatakan untuk mempertanahkan jati dirinya orang asli Papua (OAP) harus kawin dengan sesama Papua; laki-laki Papua kawin dengan perempuan Papua. begitu juga sebaliknya.

“Saya tidak menyuruh kawin berpoligami. Itu tidak benar,” katanya kepada Jubi di Kota Jayapura, Minggu (19/6/2016).

Menurutnya persoalan poligami merupakan urusan pribadi tiap orang karena tak di atar dalam lembaga manapun untuk berpoligami.

“Itu aturan pribadi seseorang. Maka tidak benar kalau saya ungkapkan itu. Kemudian, saya jadi heran. Kenapa tidak buat berita itu tahun 2012 itu juga.
Tapi sekarang tahun 2016 barulah dibesar-besarkan. Seketika mau keluarkan berita itu, kenapa tidak konsultasi ke saya bahwa kami mau buat berita,” katanya.

Lanjutnya, foto yang dimuat dalam berita yang tersebar juga baru dua minggu lalu saat dirinya mengenakan pakaian adat saat ikut nuansa Papua, yang ketika itu dirinya dipercayakan membawa doa umat dalam bahasa Moni dan bacaan Kitab Suci kedua.

“Nah, kenapa tidak tampilkan foto saya pada waktu tahun 2012 itu. Tapi foto yang ditampilkan dalam berita yang sedang tersebar ini adalah minggu kemarin yang kami bikin nuansa Papua di Kotaraja, Jayapura yang pakai busana Papua,” katanya.

Ia menegaskan, dirinya menjadi anggota MRP merupakan utusan dari perempuan perempuan Papua pada umumnya dan perempuan Intan Jaya khususnya demi menyuarakan suara perempuan yang selama ini tak bersuara di MRP.

“Tugas kami di MRP salah satunya adalah menjaga jati diri kami, bahasa kami, budaya kami, tanah kami sebagai OAP ini tidak hilang. Itu yang kami jalankan. Kami juga berbicara tentang kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), juga kekerasan terhadap perempuan dari keluarga, masyarakat, pemerintah dan lainnya ini kami bicara di sini. Bukan bicara soal poligami itu,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk menyelamatkan manusia Papua yang asli (kulit hitam dan keriting rambut) solusi satu-satunya itu bukan berpoligami. Tapi, genosida yang sesungguhnya adalah laki-laki Papua kawin perempuan non Papua lalu generasinya berubah kulit dan rambut. Terus, generasi berikutnya sudah mulai hilang marga lagi.

“Ini hanya mengadu domba kita supaya antara kita perempuan Papua baku menjatuhkan dengan yang lain,” katanya.

Koordinator Black Skin, Theddy Pekei mengatakan dirinya sudah menemui Abugau untuk mendiskusikan ihwal berita yang beredar.

“Namun yang bersangkutan menyatakan berita ini tidak sesuai dan tidak benar,” kata Theddy.

Ia pun meminta agar masyarakat Papua tidak terpancing dengan berita yang berdar karena tidak sesuai dengan yang sebenarnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Anggota MRP Ini Bantah Sebut Laki-Laki Papua Harus Berpoligami