Dishub Papua Pastikan Studi KA Rampung Tahun ini

share on:
Pelaksana Tugas Kepala Diinas Perhubungan Papua, Djuli Mambaya - Jubi/Alex
Pelaksana Tugas Kepala Diinas Perhubungan Papua, Djuli Mambaya – Jubi/Alex

Jayapura, Jubi – Dinas Perhubungan (Dishub) Papua memastikan studi pembangunan rel kereta api (KA) ringan Sentani – Stadion Mandala (Jayapura) dan kereta berat Sentani – Sarmi bakal rampung tahun ini.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Djuli Mambaya, di Jayapura, Minggu (19/6/2016) mengatakan saat ini Pemprov Papua bersama Kementerian Perhubungan sedang melakukan kajian yang panjang melalui berbagai tahap, diantaranya mengenai Amdal, kelayakan dan Detail Engineering Design (DED).

“Dari DED ini akan keluar suatu perencanaan fisik yang harus dikerjakan, dan kami sudah bersama-sama dengan kementerian perhubungan melakukan kajian yang sementara sedang berjalan,” katanya.

Apabila sudah rampung, ujar Djuli, kajian selanjutnya yang akan dilakukan pihaknya adalah konstruksi trase (jalur) kereta. “Dalam waktu dekat studinya sudah selesai, dan tahun depan tahapan selanjutnya adalah konstruksi untuk alur trase,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan kereta api ringan Sentani – Mandala bertujuan untuk mengantisipasi kegiatan PON XX tahun 2020. Dengan harapan akses Jayapura – Sentani tidak macet. “Namun target utamanya pembangunan kereta Jayapura-Sarmi,” tambahnya.

Menyinggung soal pembebasan lahan, Djuli katakan, untuk hal itu pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan masalah. “Kami akan melakukan pendekatan kepada masyarakat untuk pembebasan lahan, agar masyarakat mengetahui, pembangunan rel kereta api ini untuk kepentingan masyarakat dalam rangka memperlancar akses,” kata Djuli.

Dia menambahkan program perkeretaapian di wilayah Papua merupakan lompatan teknologi yang menjadi bagian Nawacita pembangunan Presiden Joko Widodo.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo saat melakukan lawatan ke Papua Barat mengatakan pembangunan jalur kereta api (KA) Trans Papua bisa dimulai Semester-II 2016.

“Insya Allah semester dua tahun ini. Dimulai entah dari Manokawari atau Sorong, kita lihat semester dua jalur kereta api di tanah Papua,” kata Jokowi di Manokwari, Papua Barat pada awal April 2016.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut jalur kereta api Papua pada tahap awal bakal manghubungkan Sorong-Manokwari di Provinsi Papua Barat sepanjang 390 kilometer (km).

Pembangunan jalur KA Papua diprioritaskan untuk angkutan penumpang dan barang.

Dalam program percepatan pembangunan jalur kereta Trans Papua, kebutuhan dana untuk membangun jalur tersebut sebesar Rp 10,39 triliun. Kebutuhan dana ini masuk dalam penganggaran tahun 2015 sampai 2019.

“Asumsi kami, dana yang diperlukan Rp 10 triliun,” kata Kepala Sub Bagian Humas dan Kerja Sama Luar Negeri Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Joice Hutajulu, kepada detikFinance.

Untuk pembiayaan proyek, Kemenhub masih mengkaji apakah proyek 100 persen bakal dibiayai oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) atau membuka peluang masuknya investor.

Setelah rute Sorong-Manokwari, Kemenhub akan melanjutkan pembangun jalur KA untuk rute Manokwari di Papua Barat dengan Nabire serta Sarmi-Jayapura, di Provinsi Papua.

“Tahap awal memang Sorong-Manokwari, baru kemudian dikembangkan lagi. Semua trase ada di dalam rencana induk perkeretaapian,” tambah Joice. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Dishub Papua Pastikan Studi KA Rampung Tahun ini