Penutupan Lokalisasi Yobar Bukan Solusi Menyelesaikan HIV/AIDS

share on:
Kepala Pusat Kesehatan Reproduksi Merauke, dr. Inge Silvia. Jubi/Frans L Kobun
Kepala Pusat Kesehatan Reproduksi Merauke, dr. Inge Silvia. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Kepala Pusat Kesehatan Reproduksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, dr. Inge Silvia  mengatakan penutupan lokalisasi Yobar, bukan cara tepat dalam menyelesaikan masalah HIV/AIDS.

“Penutupan justru akan membawa masalah baru lebih kompleks. Dan, ujung-ujungnya adalah muncul tumpat prostitusi terselubung dimana-mana yang sulit dikontrol,” kata dr.Inge saat memberikan presentasi kepada para mitra dan dihadiri Bupati Merauke, Frederikus Gebze di Merauke Sabtu (18/6/2016).

Dikatakan, tidak dapat dipungkiri  jika HIV/AIDS sudah merambah ke tingkat distrik-distrik. “Ini menjadi suatu perhatian dan catatan untuk bagaimana kita semua harus peduli,” ujarnya.

Dijelaskan, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke, sampai tahun 2016, jumlah penderita HIV/AIDS telah mencapai 1.901 kasus. Meskipun terjadi penurunan dari tahun ke tahun, namun perlu koordinasi dan kerjasama semua stakeholder untuk menekan. Caranya adalah memberikan sosialisasi tentang dampak dari penyakit mematikan itu.

Bupati Merauke, Frederikus Gebze menegaskan, dirinya kukuh tak akan menutup lokalisasi Yobar. Karena sejauh ini, Merauke cukup tanggap dan serius dalam melakukan pengendalian  penyakit mematikan itu. Dengan adanya lokalisasi, lebih memudahkan pengawasan maupun kontrol terhadap para pekerja seks komersial (PSK) di dalam.

“Saya berharap kepada semua pihak tidak berpangku tangan, tetapi bekerja keras secara bersama-sama mengepung penyakit tersebut dengan cara peningkatan program pencegahan, pendampingan serta gencar melakukan sosialisasi secara menyeluruh,” pintanya.

Ditambahkan, pemerintah, KPA serta semua stakeholder terkait, harus bergandengan tangan untuk bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat luas akan dampak penyakit dimaksud. Jika itu dilakukan secara terus menerus, maka secara perlahan-lahan dapat menekan laju penyakit HIV/AIDS. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  Penutupan Lokalisasi Yobar Bukan Solusi Menyelesaikan HIV/AIDS