2017, Festival Danau Sentani Menuju Ikon Internasional

share on:
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dan Staf ahli Menteri Pariwisata bidang Multikultur, Hari Untoderadjat saat berbincang disela-sela acara Festival Danau Sentani 2016 di Khalkote, Distrik Sentani Timur, Senin (20/6/2016) - Jubi/Yuliana Lantipo
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw dan Staf ahli Menteri Pariwisata bidang Multikultur, Hari Untoderadjat saat berbincang disela-sela acara Festival Danau Sentani 2016 di Khalkote, Distrik Sentani Timur, Senin (20/6/2016) – Jubi/Yuliana Lantipo

Jayapura, Jubi – Festival Danau Sentani mulai tahun depan akan diselenggarakan dengan skala Internasional. Budaya rakyat Indonesia dari daerah lain hingga negara tetangga seperti kebudayaan masyarakat asli Selandia Baru “orang Maori” diharapkan turut mengambil bagian.

Hal tersebut disampaikan Staf ahli Menteri Pariwisata bidang Multikultur, Hari Untoderadjat saat ditanya wartawan terkait rencana pemerintah yang mangajukan Danau Sentani sebagai kawasan pengembangan bisnis pariwisata, di Khalkote, Distrik Sentani Timur.

Hari mengatakan Festival Danau Sentani akan dikembangkan menjadi ikon pariwisata internasional. Menurutnya, daya tarik obyek alam serta budaya orang asli sekitar Danau Sentani sangat kuat dan potensial.

Pemerintah pusat dan daerah berkewajiban untuk mempromosikannya hingga ke kancah internasional, kata Heri. “Obyek dan daya tarik di sini hebat sekali. Dan, bukan hanya alam tapi budaya yang utama. Jadi, itu yang menarik untuk dijadikan promosi lebih jauh,” kata kata Heri di sela-sela pembukaan FDS 2016, Senin (20/6/2016).

“Untuk ke depan, kita mengharapkan (FDS) menjadi ikon internasional. Jadi ada wacana untuk pengembangan. Maka di tanah Papua ini, di sini, kita harapkan juga untuk mengundang dari peserta festival dari daerah dan negara lain. Misalnya, dari New Zealand ada suku Maori, dia punya bentuk-bentuk yang sama dengan daerah ini,” kata Heri yang mengaku telah membicarakan rencana ini dengan Gubernur Papua.

Ia mencontohkan Festival Rio de Jeneiro di Brasil yang telah mendunia. Meski baru akan dikembangkan, Heri berharap FDS ke depan bisa mendunia.

“Kalau bisa (FDS) itu jadi festival tahunan tapi mendunia dan pesertanya juga mendunia. Jadi yang kita harapkan dengan begitu orang dari Maori dan sebagainya itu bisa jadi endorser, orang yang ikut mempromosikan tanah Papua. Itu yang penting,” tuturnya.

Heri juga mengatakan beberapa budaya dari daerah lain di Indonesia seperti Tana Toraja dan Nias nantinya juga akan diundang sebagai peserta dalam Festival Danau Sentani yang telah dimulai sejak tahun 2007 itu.

Salah satu tim tari saat tampil pada acara pembukaan Festival Danau Sentani 2016 di Khalkote, Distrik Sentani Timur, Jayapura, Senin (20/6/2016) - Jubi/Yuliana Lantipo
Salah satu tim tari saat tampil pada acara pembukaan Festival Danau Sentani 2016 di Khalkote, Distrik Sentani Timur, Jayapura, Senin (20/6/2016) – Jubi/Yuliana Lantipo

Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awoitauw menyambut baik rencana pengembangan FDS menjadi ikon internasional. Bupati optimis rencana itu dapat terwujud tahun depan. Pasalnya, lahan yang selama ini cukup menjadi kendala telah diselesaikan dan dapat dikembangkan lagi.

“Tahun depan, karena lahan ini kan sudah pasti. Berarti sudah ada kepastian untuk pengembangan kawasan ini,” kata bupati.

Bupati mengatakan pihaknya sebagai penyelenggara FDS akan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mensukseskan FDS internasional itu.

“Kita akan kolaborasi dengan berbagai pihak, dengan kementerian, dan undang beberapa pihak juga untuk ikut berpartisipasi di sini dan mungkin juga perlu melakukan persiapan jauh-jauh hari,” katanya.

Bupati Awoitauw mengaku penanganan kegiatan FDS dari tahun ke tahun tak mengalami banyak perubahan. Sehingga, ke depannya, ia mengatakan akan menawarkan kepada pihak di luar pemerintah untuk mengelola festival tahunan itu.

“Sebenarnya kita juga merindukan agenda ini dikelola lebih profesional oleh pihak ke tiga, swasta. Selama ini memang pemerintah yang tangani dan perkembangannya lamban,” aku Bupati Awoitauw. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  2017, Festival Danau Sentani Menuju Ikon Internasional