40 Hektar Padi Petani di Kampung Dokip Panen

share on:
Masyarakat asli Papua di Distrik Tabonji yang memanen padi beberapa waktu lalu. Jubi/Frans L Kobun
Masyarakat asli Papua di Distrik Tabonji yang memanen padi beberapa waktu lalu. Jubi/Frans L Kobun

Merauke, Jubi – Masyarakat asli Papua di Kampung Dokip, Distrik Tubang, Kabupaten Merauke akan melakukan panen padi seluas 40 hektar bersama pejabat dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Merauke. Kegiatan panen direncanakan besok, 21 Juni 2016.

Sekretaris Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Merauke, Marsum Maulid di ruang kerjanya Senin (20/6/2016) mengungkapkan, untuk pertama kalinya, panen padi dalam skala luas dilakukan masyarakat di Kampung Dokip. “Memang setahun silam, masyarakat setempat sudah menanam 10 hektar sekaligus dipanen. Namun, tahun ini, skala yang dipanen lebih besar,” katanya.

Dijelaskan, selain pendampingan dilakukan petugas secara rutin selama ini, juga bantuan handtraktor, pompa air, terser hingga sampai mesin penggilingan mini diberikan. Nantinya setelah panen gabah dilakukan dan dijemur, langsung dilakukan penggilingan sekaligus menjadi beras. Sehingga bisa dijadikan sebagai makanan setiap hari bagi masyarakat setempat.

Jadi, lanjut dia, bantuan peralatan tidak hanya diberikan kepada masyarakat eks transmigrasi. Tetapi juga beberapa kampung lokal menjadi perhatian khusus dari pemerintah termasuk di Kampung Dokip. “Ya, meskipun padi tidak seperti dirawat dan diolah warga eks transmigrasi, namun hasilnya sangat menggembirakan,” ujarnya.

“Bagi kami, ada kepuasan tersendiri, karena masyarakat asli Papua termotivasi membuka lahan dalam skala luas sekaligus ditanami padi dan ada hasil. Tinggal gabah digiling  menjadi beras,” katanya.

Ditambahkan, untuk sementara, pemerintah belum memberikan combain harvester yang bisa digunakan memanen gabah, karena skalanya masih jauh dengan di lokasi eks transmigrasi. Namun demikian, orang Papua telah memulai menghasilkan dari tangannya sendiri.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu ketika dimintai komentarnya mengatakan, secara umum, masyarakat mempunyai keinginan besar membuka lahan  menanam padi. Hanya saja, kesulitan yang dihadapi adalah kurangnya alat pertanian maupun pendampingan petugas.

“Saya kira kalau orang Papua didampingi dengan sungguh-sungguh serta didukung peralatan pertanian memadai,  mereka akan termotivasi bekerja tanpa harus diperintah lagi,” ujarnya. (*)

Editor :
Sumber :
COPYRIGHT JUBI 2016
QR:  40 Hektar Padi Petani  di Kampung Dokip Panen